MAKLUMAT– Bansos beras tahap II cair Agustus 2026 dan akan disalurkan kepada 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Pemerintah menyiapkan sekitar 996.200 ton beras untuk bantuan pangan selama tiga bulan. Masyarakat juga dapat mengecek status penerima bantuan secara daring melalui aplikasi maupun situs resmi Kementerian Sosial.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa mengatakan pemerintah telah memutuskan penyaluran bantuan pangan tahap kedua dilakukan sekaligus (one shoot) pada Agustus 2026.
Meski demikian, distribusi diperkirakan masih berlangsung hingga September karena mempertimbangkan kondisi geografis di sejumlah wilayah yang memiliki tantangan akses logistik.
“Telah diputuskan one shoot di bulan Agustus. Nanti kalau sudah masuk ke DIPA Badan Pangan Nasional, Kepala Badan Pangan akan menugaskan Bulog,” ujar Ketut di Jakarta dikutip, Sabtu (18/7/2026)
Saat ini, lanjut Ketut, Bapanas masih menunggu proses reviu Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Kementerian Keuangan. Setelah anggaran masuk ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Perum Bulog akan segera mendapat penugasan menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
Ia mengatakan program ini menyasar 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jika mengacu pada skema sebelumnya, setiap keluarga akan menerima 10 kilogram beras setiap bulan selama tiga bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram beras.
Pemerintah mengalokasikan sekitar 996.200 ton beras untuk penyaluran tahap kedua. Dengan tambahan tersebut, total bantuan pangan beras sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 1,66 juta ton, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar 710.780 ton.
Bapanas mencatat penyaluran bantuan pangan tahap pertama hampir rampung dengan realisasi mencapai 99,7 persen. Sebanyak 33,14 juta KPM telah menerima bantuan berupa 664.880 ton beras dan 132.970 kiloliter minyak goreng.
Ketut menerangkan sisa distribusi masih dilakukan di sejumlah wilayah Papua serta beberapa daerah di Sumatera, dan Sulawesi yang menghadapi kendala geografis. Penyaluran hampir satu juta ton beras secara langsung kepada masyarakat akan membantu mengurangi permintaan di pasar sehingga harga beras tetap stabil.
“Hampir satu juta ton beras langsung diterima konsumen sehingga kebutuhan membeli beras di pasar berkurang. Ini akan membantu mengerem inflasi,” tambahnya.
Selain bantuan pangan beras, pemerintah juga akan mengoptimalkan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Gerakan Pangan Murah untuk menjaga pasokan dan harga beras tetap terkendali.
Cara Cek Penerima Bansos Beras
Masyarakat dapat mengecek status penerima bantuan melalui aplikasi Cek Bansos atau laman resmi Kemensos dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sistem akan menampilkan nama penerima, jenis bantuan, status penerima, dan periode pencairan apabila data telah terdaftar.
Bansos Jadi Instrumen Menjaga Daya Beli Masyarakat
Penyaluran bantuan beras kepada lebih dari 33 juta keluarga menunjukkan pemerintah masih mengandalkan bansos sebagai instrumen menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi pangan. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketepatan sasaran dan kelancaran distribusi hingga ke daerah terpencil.
Di sisi lain, pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi kunci agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak sehingga efektivitas program dapat terus terjaga.














