MAKLUMAT — Puluhan talenta muda dan lanjut usia (Lansia) beradu suara emas dalam event Pesona Keroncong 2026 di Banyuwangi Creative Space pada Rabu-Kamis, 22-23 Juli 2026. Mereka mengikuti lomba menyanyikan lagu keroncong yang masuk agenda Banyuwangi Attraction 2026, yang sebelumnya dikenal sebagai Banyuwangi Festival.
Ada dua kategori yang dilombakan, yakni kategori umum dan kategori pelajar. Kategori pelajar diikuti oleh 17 siswa tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA dan kategori umum diramaikan oleh 16 peserta dari kalangan mahasiswa hingga lansia.
Ini adalah kali kedua kegiatan lomba keroncong tersebut digelar. Sebelumnya diselenggarakan di Gedung Juang 45 Banyuwangi pada tahun 2025, tetapi yang dilombakan hanya kategori pelajar SMP dan SMA sederajat. Kali ini, panitia menambah peserta dari kategori umum dengan usia bervariasi dari mahasiswa hingga lansia.
Ketua panitia Pesona Keroncong Bambang Lukito mengatakan, kegiatan lomba menyanyi lagu keroncong ini diinisiasi oleh Dewan Harian Cabang Badan Kejuangan (DHC BPK) 45 Kabupaten Banyuwangi dengan menggandeng Dewan Kesenian Blambangan serta Persatuan Artis dan Musisi Keroncong Republik Indonesia (PAMORI). Sedangkan pemain musik keroncong yang digandeng dari Genta Sritanjung.
“Acara ini bertujuan melestarikan seni budaya dengan mengangkat lagu-lagu daerah Banyuwangi dan lagu keroncong bertema perjuangan,” tutur Wakil Ketua DHC BPK 45 Kabupaten Banyuwangi di sela final lomba Pesona Keroncong, Kamis (23/7/2026).
Menurut Bambang, antusiasme terhadap kegiatan Pesona Keroncong sangat tinggi, baik oleh para peserta lomba maupun animo masyarakat yang menonton penampilan peserta saat lomba.
“Berkat dukungan banyak pihak, kegiatan lomba menyanyi keroncong ini berlangsung lancar dan sukses, bahkan menuai banyak dukungan dan apresiasi dari banyak kalangan,” kata sosok yang juga Ketua Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LSBO PDM) Banyuwangi itu.
Lomba menyanyi keroncong dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi Hartono pada Rabu pagi (22/7/2026). Setelah 33 peserta bersaing pada lomba hari pertama, dewan juri yang terdiri dari Gede Agus Budi Harta, Lilik Hariyani, dan Eko Rastiko menetapkan 20 orang finalis, yang terdiri dari 10 finalis kategori pelajar dan 10 finalis kategori umum. Para finalis tersebut kemudian saling bersaing di babak final untuk memperebutkan lima gelar juara, yakni juara 1, juara 2, juara 3, serta harapan 1 dan harapan 2.
Pada babak penyisihan, baik peserta kategori pelajar maupun umum boleh memilih lagu Banyuwangi, antara lain Kali Elo, Selendang Sutro (Banyuwangi), Kangen Banyuwangi, dan Gelang Alit.
Sementara di babak final, finalis kategori pelajar menyanyikan lagu pilihan wajib, yang meliputi Langgam Keroncong Pahlawan Merdeka, Keroncong Tanah Airku, dan Selendang Sutra. Sedangkan kategori umum wajib menyanyikan lagu pilihan yang meliputi Keroncong Dewi Murni, Keroncong Bandar Jakarta, dan Langgam Keroncong Dinda Bestari.
Ketua DHC BPK 45 Kabupaten Banyuwangi Akhmad Touwil Firdaus menjelaskan, ide mengadakan lomba menyanyi keroncong ini dilatarbelakangi misi untuk menanamkan jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan 45.
Melalui lagu-lagu keroncong Banyuwangi yang bertema perjuangan, ia mengungkapkan harapan DHC BPK 45 untuk dapat menggugah semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme di kalangan generasi muda.
“Keroncong adalah warisan seni dari leluhur kita, yang perlu dilestarikan, sedangkan lagu-lagu keroncong perjuangan adalah sarana dan wadah seni untuk menanamkan jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan 45 di sanubari generasi muda kita,” katanya.
Setelah melalui persaingan ketat di babak final mulai dari pagi hingga sore, tim juri menetapkan lima juara di kategori umum dan pelajar. Pengumuman dan penyerahan tropi juara dilakukan pada Kamis malam (23/7/2026), yang dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Banyuwangi Suratno. Jajaran Forkopimda Banyuwangi yang meliputi perwakilan dari Polresta, Kodim 0825, Lanal, Kejari, Disbudpar, Baznas, hingga perwakilan LVRI, Pepabri, PPAD, PPPolri, PPAL, Piveri, serta Perip turut menyaksikan malam penganugerahan tersebut.
Juara I kategori pelajar diraih Giovano Widyanto, juara 2 Hapsari Putri Rahayu, juara 3 Aura Distifa Nictitama, juara harapan 1 Annisa Mayta Dira Pratiwi, dan juara harapan 2 Alzera Dascha Zamira Effendi.
Sementara itu pada kategori umum, juara 1 disabet oleh Edy Leksono, juara 2 Menik Widyawati, juara 3 Any Sasmita, juara harapan 1 Citra Chairunisa, dan juara harapan 2 Rachel Nilam Anindian. Mereka berhak mendapatkan trofi juara, piagam penghargaan, bingkisan, serta uang pembinaan dari DHC BPK 45.***
*) Penulis: Irwan Suryanto













