Semarak Puncak HAN 2026, BPBD Jatim Hadirkan Edukasi Terkait Bencana Sejak Dini

BPBD

MAKLUMAT — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim menghadirkan edukasi terkait bencana alam kepada anak-anak sekolah. Layanan edukasi ini merupakan bagian dari semarak Puncak Hari Anak Nasional 2026 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) pada Sabtu (25/7/2026).

Petugas BPBD Jatim, Rians, menjelaskan bahwa edukasi ini dinilai penting untuk mengenalkan pada anak-anak terkait bencana dan mengantisipasi mereka untuk mempersiapkan diri sekaligus mengambil tindakan yang tepat saat bencana terjadi.

“Karena kita tidak tahu kapan datangnya bencana seperti gempa, tsunami, banjir, dan lain sebagainya. Maka dari itu, kita kuatkan kapasitas anak-anak untuk belajar mengenai bencana sejak usia dini,“ ucapnya.

Dalam penyampaiannya, BPBD Jatim menjelaskan mengenai bencana gempa bumi, banjir, tsunami, dan puting beliung. BPBD juga memberikan tayangan video edukatif bencana dan cara melindungi diri saat terjadi bencana melalui Mosipena (Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana).

“Kita setelkan video dongeng tentang bencana gempa bumi, cara melindungi diri saat terjadi gempa, dan hal yang kita lakukan saat terjadi gempa,“ ujarnya.

Selain itu, Mosipena juga dilengkapi fasilitas perpustakaan buku bencana dan menyediakan layar audio interaktif mengenai penjelasan bencana. “Ini perpustakaan buku bencana. Kita juga memiliki layar interaktif, biasanya adik-adik kadang enggak suka membaca. Itu bisa mendengarkan audio,“ imbuhnya.

Baca Juga  Film Jumbo Bersinar, Dosen Umsida: Karya Animasi Lokal Punya Potensi Besar

Melalui layanan edukasi bencana ini, Rians berharap agar anak-anak mampu memahami seperti apa bencana itu serta dapat lebih siap dan tanggap saat menghadapinya.

“Harapannya, anak-anak ini lebih siap dan tanggap saat menghadapi bencana dan lebih paham apa sih, bencana itu,“ pungkasnya.

Semarak Puncak HAN 2026 ini juga menggelar Seminar Nasional Perlindungan Anak. Seminar ini dihadiri oleh Mendikdasmen RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Gubernur Jawa Timur Dr. Khofifah Indar Parawansa, Rektor UMSIDA Dr. Hidayatulloh M.Si, serta Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur Dra. Rukmini.

 

*) Penulis: Fatin Azmi Fauziyah