Achmad Syifa dan Perkaderan dari Keluarga

Achmad Syifa Putra Pratama bersama istri dan anaknya. (Foto: Dok.)

MAKLUMAT — Di tengah berlangsungnya kegiatan “Kawal Kediri” yang diselenggarakan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PDM Kota Kediri, perhatian peserta tidak hanya tertuju pada kegiatan semata. Di sela-sela kegiatan, tampak sebuah potret sederhana yang menyimpan makna mendalam tentang pengabdian dan keteguhan dalam berjuang.

Adalah Achmad Syifa Putra Pratama, anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kota Kediri, yang hadir menjalankan tugas pengamanan kegiatan dengan penuh tanggung jawab. Di balik seragam loreng yang dikenakannya, tersimpan komitmen untuk terus mengawal setiap agenda dakwah dan perjuangan Muhammadiyah.

Yang membuat suasana semakin hangat adalah kehadiran sang istri, Shinta Nur Rochmah, bersama putra mereka yang turut membersamai kegiatan tersebut. Kehadiran keluarga kecil ini menjadi gambaran bahwa perjuangan dalam organisasi bukan hanya tentang seorang kader, tetapi juga tentang keluarga yang dengan tulus memberikan dukungan.

Bagi Syifa, KOKAM bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan tempat yang telah membentuk semangat pengabdiannya.

“KOKAM menjadi tempat untuk menjaga sekaligus terus membakar semangat pergerakan kepemudaan dalam berkhidmat di bawah naungan dan semangat berkemajuan Muhammadiyah. KOKAM juga menjadi pengingat bagi kami untuk selalu kuat menjaga iman di akhir zaman,” ungkapnya.

Semangat tersebut terlihat dari kesiapannya mengawal berbagai kegiatan Muhammadiyah. Baginya, setiap tugas yang dijalankan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga dakwah agar berlangsung dengan aman, tertib, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  Pengusaha Gelar Kopdar Nasional; Naga Terbesarnya Ada di Muhammadiyah

Kesetiaan Syifa dalam berkhidmat juga mendapat apresiasi dari Nico Perlambang Agung yang menjabat sebagai Ketua PDPM Kota Kediri periode 2018–2022. Menurutnya, Syifa merupakan salah satu kader yang telah menunjukkan loyalitas kepada Persyarikatan sejak usia yang sangat muda.

“Syifa bergabung ke Pemuda Muhammadiyah pada periode kepengurusan kami ketika usianya masih duduk di bangku SMP. Waktu itu saya sempat bertanya, ‘Gabung IPM dulu saja.’ Namun, ia enggan dan tetap memilih bergabung di Pemuda Muhammadiyah,” kenang Nico.

Ia mengingat sebuah kisah yang hingga kini masih menjadi guyonan di kalangan kader. “Saat pendataan kader, semua diminta mengumpulkan fotokopi KTP. Hanya Syifa yang tidak mengumpulkan. Sebagai gantinya, ia menyerahkan KIA atau Kartu Identitas Anak. Itu menjadi cerita yang selalu kami kenang sekaligus menunjukkan betapa mudanya ia mulai mengabdikan diri di Persyarikatan,” kisahnya.

Menurut Nico, perjalanan Syifa layak menjadi teladan bagi kader muda Muhammadiyah. Sejak masih SMP, kemudian beranjak dewasa, hingga kini telah berumah tangga, komitmennya terhadap Persyarikatan tidak pernah surut.

Alhamdulillah, sejak masih SMP hingga sekarang sudah berumah tangga, Syifa tetap istikamah dan loyal kepada Persyarikatan. Semoga kader-kader yang memiliki loyalitas seperti ini mendapat perhatian dan kepedulian dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Loyalitas kader adalah aset berharga yang harus dijaga dan dihargai,” ujarnya.

Baca Juga  Prabowo Bahas Kondisi Terkini dengan Tokoh Muhammadiyah dan NU

Syifa juga menyampaikan harapannya agar KOKAM terus berkembang dan semakin dicintai generasi muda.

“Ke depan saya berharap KOKAM semakin berkembang dan menjadi rumah bagi semua kalangan muda yang ingin menyalurkan semangatnya dalam berorganisasi, berjihad mengawal setiap pergerakan kebaikan, serta terus berkemajuan seirama dengan semangat Muhammadiyah,” tuturnya.

Harapan tersebut menjadi cerminan visi KOKAM sebagai wadah kaderisasi yang tidak hanya melahirkan pemuda yang tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki keteguhan akidah, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan semangat melayani umat.

Di balik dedikasi seorang kader, terdapat sosok yang tak kalah penting, yakni keluarga. Shinta Nur Rochmah mengaku selalu memberikan dukungan penuh terhadap aktivitas organisasi yang dijalani suaminya, baik di KOKAM maupun di Pemuda Muhammadiyah.

“Saya salut dan akan terus mendukung serta mendoakan setiap kegiatan berorganisasi, baik di KOKAM maupun di Pemuda Muhammadiyah. Harapannya semangat dan niat baiknya tetap terjaga serta bisa memberikan manfaat bagi banyak orang, khususnya bagi saya pribadi dan anak kami tercinta,” ujar Shinta.

Dukungan seorang istri menjadi energi tersendiri bagi seorang kader untuk terus istiqamah dalam menjalankan amanah. Kebersamaan mereka di tengah kegiatan LHKP menjadi bukti bahwa perjuangan dakwah akan semakin kuat ketika dibangun di atas fondasi keluarga yang saling menguatkan.

Baca Juga  Muhadjir Effendy Masih Berpotensi Jadi Kuda Hitam Cawapres RI 2024

Kegiatan “Kawal Kediri” sendiri menjadi ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah dalam membahas berbagai isu hukum, pemerintahan, serta pembangunan daerah. Di balik suksesnya penyelenggaraan acara tersebut, para anggota KOKAM menjalankan tugasnya dengan sigap mengawal jalannya kegiatan agar berlangsung aman dan tertib.

Potret Achmad Syifa Putra Pratama yang menggendong buah hati sembari tetap mengenakan seragam KOKAM, didampingi sang istri, menjadi simbol bahwa pengabdian kepada Persyarikatan Muhammadiyah tidak pernah berjalan sendirian. Ada keluarga yang menjadi penyemangat, ada doa yang terus mengiringi, dan ada cita-cita besar untuk melahirkan generasi muda yang siap menjaga nilai-nilai Islam, mengawal setiap gerakan kebaikan, serta membawa Muhammadiyah terus berkemajuan.

Di tengah derasnya tantangan zaman, kisah sederhana ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah gerakan tidak hanya lahir dari para kader yang berada di garis depan, tetapi juga dari keluarga yang dengan penuh keikhlasan menjadi bagian dari setiap langkah perjuangan. Semangat inilah yang terus menghidupkan KOKAM sebagai rumah pengabdian bagi generasi muda Muhammadiyah.***

*) Penulis: Chandra Aditya
Sekretaris PDPM Kota Kediri