Transformasi Digital Tapak Suci, Gunakan E-Voting untuk Pemilihan Calon Formatur

Bilik pemilihan suara secara e-voting dalam Sidang Tanwir Muktamar ke-16 Tapak Suci, Kamis (6/8/2026). (Foto: Wigatiningsih/ IST)

MAKLUMAT — Tapak Suci Putera Muhammadiyah untuk pertama kalinya menerapkan sistem pemilihan elektronik (e-voting) dalam pemilihan calon formatur Pimpinan Pusat pada Sidang Tanwir Muktamar yang berlangsung di Semarang, Kamis (6/8/2026).

Penerapan sistem digital tersebut menjadi bagian dari proses pemilihan calon formatur dalam forum permusyawaratan organisasi. Melalui sistem e-voting, seluruh peserta yang memiliki hak suara dapat memberikan pilihannya dengan lebih mudah dan cepat secara elektronik sesuai ketentuan yang berlaku.

Panitia menyediakan 20 bilik e-voting di lokasi sidang. Masing-masing bilik dilengkapi tablet yang digunakan peserta untuk melakukan pemungutan suara.

Panitia pemilihan, Dr Subeki MPd, menjelaskan bahwa mekanisme penggunaan sistem e-voting tersebut dirancang sederhana namun dengan kualitas yang baik, sehingga mudah diikuti para peserta.

“Caranya sangat mudah. Pemilih cukup memasukkan barcode ID, lalu mengklik foto calon yang dikehendaki. Sistem otomatis mencatat dan menghitung secara real-time,” jelasnya.

Tak cuma itu, Subeki menjelaskan bahwa sistem juga dilengkapi fitur yang memastikan pemilih memenuhi ketentuan jumlah calon yang harus dipilih. Apabila peserta belum memilih sebanyak 27 calon formatur, maka proses pengiriman suara tidak dapat diselesaikan.

Dengan demikian, penggunaan sistem e-voting tersebut juga mampu menghindari suara tidak sah dari peserta yang belum memilih 27 calon formatur, ataupun yang memilih lebih dari 27 calon.

“Jika pemilih belum memilih 27 calon formatur, maka tombol submit tidak bisa dilakukan,” tandas Subeki.

Sejumlah peserta memberikan tanggapan positif terhadap penerapan e-voting dalam permusyawaratan Tapak Suci kali ini. Mereka menilai sistem tersebut mempermudah proses pemilihan sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam pengisian suara.

“Ini keren. Tidak ribet, tidak ada kertas, hasilnya langsung keluar. Tapak Suci benar-benar organisasi modern,” ujar salah seorang peserta.

Penerapan e-voting pada permusyawaratan Tapak Suci kali ini kian menegaskan transformasi digital organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah, yang sebagian besar telah menggunakan sistem serupa. Selain itu, pemanfaatan e-voting juga diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan tata kelola organisasi yang lebih efektif melalui pemanfaatan teknologi digital.***

*) Penulis: Wigatiningsih