Gempa Kolombia M 7,4, 111 Orang Tewas dan 480 Terluka

Gempa Kolombia menewaskan ratusan orang.

MAKLUMAT – Gempa Kolombia berkekuatan magnitudo 7,4 pada Senin (10/8), menewaskan sedikitnya 111 orang tewas dan lebih dari 480 lainnya terluka. Jumlah korban diperkirakan masih bertambah karena tim penyelamat terus menyisir bangunan yang runtuh.

Gempa terjadi pukul 07.34 waktu setempat atau 12.34 GMT dengan kedalaman 103 kilometer. Badan geologi Kolombia menyebut pusat gempa berada di dekat Desa San José del Palmar, Provinsi Chocó.

Seperti dilansir BBC dan AFP, getaran gempa terasa hingga wilayah yang sangat luas di bagian barat Kolombia. Pereira, Cali, Manizales, Quibdó, Medellín, Chocó, dan Valle del Cauca menjadi sejumlah wilayah yang mengalami dampak cukup parah.

Pereira Terparah, Puluhan Bangunan Runtuh

Pereira menjadi salah satu kota dengan kerusakan paling parah. Kota yang berada di kawasan penghasil kopi Kolombia itu berjarak sekitar 55 kilometer dari pusat gempa.

Suasana kepanikan terlihat di Plaza Bolívar, alun-alun utama Pereira. Video yang telah diverifikasi BBC memperlihatkan sedikitnya satu bangunan runtuh. Puing dan debu memenuhi ruang terbuka yang biasanya menjadi tempat warga berkumpul.

Otoritas setempat melaporkan sedikitnya 40 orang meninggal dunia di wilayah metropolitan Pereira. Sebanyak 65 bangunan runtuh. Dari jumlah tersebut, orang-orang diperkirakan masih terjebak di dalam 15 bangunan.

Situasi tersebut membuat pemerintah setempat memberlakukan jam malam di sejumlah bagian kota hingga pukul 05.00 waktu setempat pada Selasa.

Di tingkat wilayah, sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas di Risaralda, provinsi tempat Kota Pereira berada.

Cali Ikut Diguncang, 32 Bangunan Runtuh

Dampak gempa juga dirasakan kuat di Cali. Kota itu berada sekitar 160 kilometer di selatan Pereira dan sekitar 200 kilometer dari pusat gempa.

Baca Juga  Fraksi PDIP DPR RI: Pemerintah Selalu “Gagap” Hadapi Bencana di Negara Rawan Bencana

Sebanyak 32 bangunan dilaporkan runtuh.

Dan Cutler, 29, warga London yang telah berada di Kolombia selama sekitar dua bulan untuk melakukan perjalanan panjang bersama pasangannya, berada di Cali ketika gempa terjadi.

Dia mengaku terbangun akibat guncangan hebat. Bersama orang-orang lain, Cutler langsung berlari keluar dari hotel.

“Saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya,” katanya.

Cutler dan penghuni hotel lainnya keluar hanya dengan mengenakan piyama. Hotel tempatnya menginap tidak mengalami kerusakan struktural parah. Namun, retakan muncul pada permukaan dinding. Cat dan plester juga mengelupas.

Pihak berwenang mengonfirmasi sedikitnya 27 orang meninggal dunia di Valle del Cauca, wilayah tempat Kota Cali berada. Tiga di antaranya merupakan anak-anak.

Manizales Diguncang, Warga Panik

Korban jiwa juga dilaporkan dari Manizales, Quibdó, Medellín, Chocó, dan Valle del Cauca.

Di Manizales, sedikitnya dua orang meninggal dunia.

Angélica Ávila sedang menginap di sebuah hotel ketika gempa terjadi. Dia melihat retakan muncul pada dinding bangunan.

“Semua orang berteriak. Saya melihat debu mengepul dari bangunan di sebelah, dan batu bata berjatuhan dari dinding.”

Jurnalis sekaligus ahli meteorologi Luis Felipe Molina juga merasakan dahsyatnya guncangan dari rumahnya di Manizales. Lokasinya sekitar 150 kilometer dari pusat gempa.

Menurut Molina, pengalaman menghadapi gempa sebelumnya membuat Manizales memiliki peraturan bangunan tahan gempa yang sangat ketat.

Baca Juga  Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Apakah Saling Berkaitan?

Namun, guncangan kali ini tetap membuat suasana mencekam.

“Saya memiliki 450 buku, dan hanya sedikit yang tetap tegak di rak. Terdengar suara kaca pecah dan jeritan orang-orang,” kata Molina kepada BBC Mundo.

“Itu adalah pengalaman yang mengerikan dan menakutkan.”

Pihak berwenang juga mengonfirmasi sembilan korban meninggal dunia di Chocó, dua orang di Caldas, serta seorang warga berusia 73 tahun di Antioquia.

Sementara itu, lokasi meninggalnya 32 korban lainnya belum diketahui secara pasti.

San José del Palmar Selamat dari Korban Jiwa

Ironisnya, desa yang berada paling dekat dengan pusat gempa justru tidak melaporkan korban jiwa maupun luka-luka.

Pusat gempa berada di dekat Desa San José del Palmar, Provinsi Chocó. Namun, Wali Kota San José del Palmar León Fabio Marín Moncada mengatakan tidak ada warga yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka.

Kerusakan tetap terjadi. Akses jalan keluar-masuk desa mengalami kerusakan. Kondisi tersebut berpotensi menghambat mobilitas serta proses penanganan pascagempa.

Lebih dari 480 orang terluka akibat gempa tersebut, berdasarkan pernyataan terbaru Asosiasi Kota Ibu Kota Kolombia pada Senin.

Tantangan lain berada di Chocó. Wilayah Pasifik Kolombia di sekitar pusat gempa merupakan kawasan hutan lebat sekaligus salah satu wilayah termiskin di negara tersebut.

Sebagian besar wilayah Chocó hanya dapat dijangkau menggunakan perahu atau pesawat. Kondisi geografis itu dapat menyulitkan proses pendataan korban dan kerusakan secara menyeluruh.

Baca Juga  Gempa NTT, Pemerintah Diminta Perkuat Informasi Akurat ke Masyarakat

Bandara Rusak, Bogotá Ikut Berguncang

Gempa juga berdampak pada sejumlah fasilitas transportasi udara.

Otoritas penerbangan Kolombia melaporkan kerusakan di beberapa bandara regional, yakni di Pereira, Manizales, Quibdó, Armenia, Cartago, dan Buenaventura.

Di ibu kota Bogotá, guncangan terasa kuat. Pepohonan dan lampu lalu lintas bergoyang hebat.

Sejumlah laporan juga menyebut adanya retakan pada bangunan di Bogotá. Namun, sejauh ini tidak ada laporan mengenai kerusakan serius terhadap infrastruktur kota.

Getaran gempa bahkan terasa sampai ke negara tetangga, Venezuela, Ekuador, dan Panama.

Terkuat di Kolombia pada Abad ke-21

Layanan Geologi Kolombia menyatakan gempa yang terjadi pada Senin (10/8) tersebut merupakan gempa terkuat yang pernah tercatat di Kolombia pada abad ke-21.

Gempa utama kemudian diikuti sejumlah gempa susulan.

Pusat gempa berada di wilayah Pasifik Kolombia yang masuk kawasan Cincin Api (Ring of Fire), jalur patahan seismik yang mengelilingi Samudra Pasifik dan menjadi lokasi sebagian besar gempa bumi dunia.

Hingga Senin, berdasarkan rincian korban yang disampaikan pihak berwenang, sedikitnya 111 orang tewas dan lebih dari 480 orang terluka.

Rinciannya, 40 korban tewas di Risaralda, 27 di Valle del Cauca, sembilan di Chocó, dua di Caldas, satu di Antioquia, serta 32 korban lainnya yang lokasi meninggalnya belum diketahui secara pasti.

Tim penyelamat masih menyisir sejumlah bangunan yang runtuh. Kemungkinan adanya warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan membuat proses pencarian terus dilakukan.

Jumlah korban masih berpotensi bertambah.