MAKLUMAT — Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 907 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di provinsi tersebut pada 1 September 2026.
Data itu merupakan hasil deteksi titik panas pada periode 1 September 2026 pukul 00.00–23.00 WIB dan tercantum dalam Factsheet Monitoring dan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan BMKG yang berlaku pada 2–8 September 2026.
Jumlah 907 titik panas di Kalimantan Barat menjadi yang tertinggi dibandingkan wilayah lain yang tercatat dalam pemantauan BMKG. Di Kalimantan, posisi berikutnya ditempati Kalimantan Tengah dengan 671 titik, disusul Kalimantan Selatan 75 titik, Kalimantan Timur 61 titik, dan Kalimantan Utara 27 titik.
Secara keseluruhan, BMKG mendeteksi 1.741 titik panas di Kalimantan. Artinya, titik panas di Kalimantan Barat menyumbang lebih dari separuh jumlah titik panas yang terdeteksi di seluruh Kalimantan.
1.935 Titik Panas Terdeteksi
Selain Kalimantan, BMKG mendeteksi 123 titik panas di Sumatera serta 71 titik di wilayah Papua dan Maluku.
Di Sumatera, titik panas terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 95 titik. Selanjutnya Kepulauan Bangka Belitung 13 titik, Lampung 10 titik, Jambi 4 titik, dan Kepulauan Riau 1 titik.
Sementara di Papua dan Maluku, BMKG mencatat 71 titik panas yang terdiri atas Maluku 41 titik, Papua Selatan 13 titik, Papua Barat 10 titik, Maluku Utara 6 titik, dan Papua Barat Daya 1 titik.
BMKG juga memantau tujuh provinsi sebagai wilayah prioritas karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Jumlah titik panas di tujuh provinsi tersebut cenderung fluktuatif dalam 10 hari terakhir.
Asap Terdeteksi di Sejumlah Wilayah
Tingginya aktivitas titik panas juga disertai dengan terdeteksinya asap di sejumlah wilayah.
BMKG mencatat asap berada di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Sebaran asap bergerak ke arah barat laut hingga timur laut, sementara arah angin di Indonesia secara umum bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara.
Potensi Karhutla Masih Mengancam
Kondisi tersebut berlangsung di tengah atmosfer yang cenderung mendukung kondisi lebih kering.
BMKG mencatat indeks IOD Dasarian II Agustus 2026 sebesar +0,394, meningkat dibandingkan Juli yang berada di angka +0,242. Kondisi tersebut menunjukkan IOD positif yang persisten dan secara umum dapat mengurangi suplai uap air menuju Indonesia.
Sementara itu, nilai SSTA wilayah Nino3.4 mencapai +2,99, meningkat dari +2,20 pada Juli. Angka tersebut menunjukkan kondisi El Nino dengan intensitas sangat kuat.
Secara umum, kondisi atmosfer di Indonesia juga dinilai kurang mendukung pembentukan awan hujan. Meski demikian, aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan MJO masih memberikan peluang pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
Berdasarkan Fire Weather Index (FWI), BMKG memprakirakan potensi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan pada periode 2–8 September 2026.
Untuk Kalimantan, potensi karhutla terdapat di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur, serta sebagian kecil Kalimantan Utara.
OMC Berlangsung di Kalimantan Barat
Sebagai bagian dari penanganan karhutla, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga berlangsung di Kalimantan Barat.
BMKG mencatat OMC di Kalimantan Barat dilaksanakan pada periode 22 Agustus–4 September 2026. Selain Kalimantan Barat, OMC juga berlangsung di Riau, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.
BMKG merekomendasikan perhatian khusus terhadap sejumlah wilayah yang memiliki banyak titik api dan kondisi atmosfer yang dapat memudahkan penyebaran api.
Wilayah tersebut meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan.***












