MAKLUMAT — Sejumlah warga mengikuti kegiatan Pesisir Berdaya di TBM Avichenna, Sukolilo Baru, Surabaya, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari AKSARA (Airlangga Dekat Masyarakat Surabaya) 2026 yang mengajak warga membahas pengolahan hasil laut, pengemasan, pemasaran, dan penggunaan QRIS.
UKM Kewirausahaan Universitas Airlangga (UNAIR) mendorong warga mengolah hasil laut menjadi produk yang lebih tahan lama. Cara ini dinilai dapat membantu warga menyimpan hasil produksi dan menjualnya kembali ketika hasil laut sedang berkurang.
Pembahasan kemudian mengarah pada musim hasil laut, termasuk musim udang rebon. Warga disarankan membuat kalender manajemen musim untuk mencatat waktu ketersediaan hasil laut sehingga produksi dapat disesuaikan dengan kondisi bahan baku.
“Kalau punya potensi udang, harus dilihat udangnya mau diapakan. Bisa dicari kekuatannya di pengolahan seperti kerupuk atau produk lain,” jelas Azzahra, pemateri dari UKM Kewirausahaan UNAIR.
Potensi hasil laut di wilayah tersebut cukup besar. Namun, pemasaran produk warga masih banyak menyasar pembeli di sekitar daerah tempat tinggal. Karena itu, warga diajak menentukan target pembeli sekaligus mengenali keunggulan produk yang mereka miliki.
“Pelanggan memilih produk kita, tapi kita juga harus tahu apa bedanya produk kita dengan yang ada di Mojokerto,” ujar Azzahra.
Pembahasan pemasaran juga menyentuh penggunaan media sosial. Warga yang belum terbiasa menggunakan Instagram dapat memanfaatkan WhatsApp untuk mengenalkan produk kepada calon pembeli. Anggota keluarga juga bisa dilibatkan untuk membantu mengunggah dan mempromosikan produk.
Warga turut menyampaikan kendala dalam pengemasan serta penggunaan platform seperti TikTok dan Shopee. Dalam diskusi tersebut, pemanfaatan teknologi digital diperkenalkan sebagai salah satu cara untuk mengembangkan usaha yang sudah berjalan.
Kegiatan Pesisir Berdaya kemudian menjadi ruang bagi warga untuk mendiskusikan pengolahan hasil laut, pengembangan produk, dan pemasaran berdasarkan kemampuan serta potensi usaha yang mereka miliki. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja unggulan Kementerian Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR.
*) Penulis: Hanifah Chandra Dewi












