Chairman Chery Minta Maaf Usai Poros Belakang Omoda 5 Copot di Malaysia

Chery

MAKLUMAT.ID — Chairman sekaligus Presiden Chery, Yin Tongyue, meminta maaf atas kekhawatiran terkait kualitas kendaraan setelah insiden terlepasnya poros belakang Chery Omoda 5 di Malaysia. Insiden tersebut memicu penyelidikan otoritas setempat dan program penarikan kembali (recall) yang mencakup 8.878 kendaraan.

Yin menyampaikan permintaan maaf tersebut dalam Konferensi Kendaraan Terhubung Cerdas Dunia (World Intelligent Connected Vehicles Conference/WICV) di Beijing pada 21 Oktober 2026. Ia mengatakan telah meminta maaf kepada Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia.

Menurut laporan Sohu, Yin juga mengingatkan produsen otomotif China agar tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek ketika memasuki pasar luar negeri.

“Kami tidak berekspansi ke luar negeri untuk meraup keuntungan secara cepat, tetapi untuk membangun pijakan dan mengembangkan pasar tersebut dalam jangka panjang,” kata Yin seperti dilansir China Car News mengutip Sohu, Sabtu (24/10).

Ia menekankan pentingnya menghormati hukum, peraturan, serta praktik bisnis setempat dalam mengembangkan usaha di pasar internasional.

JPJ Malaysia Tangguhkan Registrasi Omoda 5

Insiden yang memicu perhatian tersebut terjadi di Johor Bahru pada 6 Oktober 2026. Rakitan suspensi gandar belakang beserta roda dilaporkan terlepas dari bodi kendaraan.

Baca Juga  “Bapak Prabowo, Nyuwun Tulung…” Anggota Parlemen Malaysia Berbahasa Jawa Minta Padamkan Karhutla

Menanggapi kejadian itu, Departemen Transportasi Jalan Malaysia (Road Transport Department/JPJ) menangguhkan sementara Persetujuan Tipe Kendaraan (Vehicle Type Approval/VTA) untuk Omoda 5 pada 11 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut menghentikan sementara registrasi kendaraan baru selama penyelidikan berlangsung dan potensi risiko keselamatan dievaluasi.

JPJ meminta Chery Malaysia mengidentifikasi kendaraan yang berpotensi terdampak berdasarkan nomor komponen, kelompok produksi, dan nomor identifikasi kendaraan (vehicle identification number/VIN).

Audit teknis mencakup proses produksi dan perakitan, sistem pengendalian kualitas, pemeriksaan pengelasan, serta pemasok komponen gandar.

Menurut JPJ, penangguhan itu berkaitan dengan penyelidikan dan penerapan langkah perbaikan serta pencegahan yang diperlukan.

Recall Mencakup 8.878 Unit Omoda 5

Pada 14 Oktober 2026, program penarikan kembali dilaporkan mencakup 8.878 unit Omoda 5 varian C dan H.

Jumlah tersebut merupakan cakupan kendaraan dalam program recall, bukan jumlah kendaraan yang telah dipastikan mengalami kerusakan gandar belakang.

Chery Malaysia menyatakan akan memeriksa kendaraan yang terdampak dan mengganti komponen terkait tanpa biaya apabila diperlukan. Pemilik kendaraan dapat memeriksa status kendaraannya menggunakan nomor VIN melalui pemberitahuan resmi penarikan kendaraan dari Chery Malaysia.

Chery O5 Menggunakan Suspensi Belakang Berbeda

Chery mengganti Omoda 5 bermesin bensin yang sebelumnya dipasarkan di Malaysia dengan model Chery O5 pada September 2025.

Baca Juga  Menag Malaysia Temui PP Muhammadiyah, Bahas Kolaborasi Pendidikan dan Kemanusiaan

Kedua model menggunakan konstruksi suspensi belakang yang berbeda. Omoda 5 generasi sebelumnya menggunakan suspensi torsion beam, sedangkan Chery O5 menggunakan suspensi multi-link.

Penangguhan VTA oleh JPJ berkaitan dengan Omoda 5 yang menjadi objek penyelidikan. Informasi yang tersedia belum menunjukkan bahwa Chery O5 menghadapi masalah suspensi yang sama.

Kasus Ini Menyusul Pemeriksaan pada 2024

Pada 2024, Chery juga menjalankan kampanye pemeriksaan terhadap 600 unit Omoda 5 setelah terjadi kegagalan gandar belakang.

Saat itu, Chery mengaitkan masalah tersebut dengan gangguan kalibrasi peralatan pada salah satu pemasok komponen.

Namun, kampanye pemeriksaan pada 2024 dan penarikan pada 2026 memiliki cakupan berbeda. Belum ada informasi yang membuktikan bahwa kedua kasus tersebut memiliki penyebab yang sama.

Insiden terbaru ini kembali menyoroti pentingnya pengendalian kualitas komponen, pengawasan terhadap pemasok, dan pemeriksaan keselamatan kendaraan. Penyebab insiden pada 6 Oktober 2026 masih dalam penyelidikan sehingga tidak dapat langsung disamakan dengan masalah pemasok yang disebut dalam kasus 2024.***