MAKLUMAT — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar Workshop Socioentrepreneurship pada Jumat-Sabtu (30-31/10/2026), yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Kegiatan tersebut diikuti 138 peserta yang merupakan perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah bidang Sosial (AUMSOS) dari berbagai daerah di Jawa Timur. Workshop ini bertujuan memperkuat kapasitas pengelola AUMSOS dalam mengembangkan model bisnis sosial yang berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing.
Ketua MPKS PWM Jawa Timur, M. Himawan Sutanto MSi, menyampaikan bahwa AUMSOS perlu mulai membangun kemandirian melalui pengembangan amal usaha yang dikelola secara profesional.
Menurutnya, lembaga sosial Muhammadiyah perlu meningkatkan kualitas pengelolaan, memiliki keunggulan, serta mengembangkan diferensiasi agar mampu bersaing dengan lembaga sosial lainnya.
Ia juga menekankan, pengelolaan AUMSOS tidak seharusnya hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan operasional dan keberlangsungan lembaga. Lebih dari itu, AUMSOS perlu mengembangkan layanan dan program pemberdayaan yang dapat mendorong anak-anak asuh mencapai kemandirian.
“Ke depan, AUMSOS harus memiliki diferensiasi. Bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu mengantarkan anak-anak asuh menjadi pribadi yang mandiri sepenuhnya,” pesan Himawan dalam sambutannya.
Rangkaian Agenda
Pada hari pertama, peserta mendapatkan sejumlah materi, mulai dari penguatan pola pikir socioentrepreneurship, metodologi sembilan pilar Business Model Canvas, hingga pemahaman mengenai skema permodalan dalam ekosistem rantai pasok Muhammadiyah
Materi tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman praktis kepada pengelola AUMSOS dalam mengidentifikasi potensi usaha, menyusun model bisnis, serta membuka peluang kolaborasi dan akses permodalan.
Sementara itu, pada hari kedua peserta akan mengikuti pendampingan intensif untuk menyusun blueprint atau rancangan bisnis sosial bagi masing-masing AUMSOS. Mulai dari identifikasi peluang, pengembangan model usaha, hingga perumusan strategi keberlanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, MPKS PWM Jawa Timur mendorong transformasi pengelolaan AUMSOS agar tidak hanya sebagai lembaga pelayanan sosial, tetapi juga berkembang sebagai entitas yang produktif, inovatif, dan mandiri secara ekonomi.
Pendekatan socioentrepreneurship diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan lembaga sekaligus memperluas jangkauan pelayanan, pemberdayaan, kebermanfaartan, serta memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak asuh dan masyarakat.***













