Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur Raih Industry Award 2026 atas Kontribusi di Industri Mebel

MAKLUMAT — Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur meraih Industry Award 2026 kategori Industrialist of the Year dengan predikat Most Outstanding Leader in Furniture Industry Empowerment. Penghargaan tersebut diberikan atas kepemimpinan dan kontribusinya dalam memperkuat daya saing industri mebel dan kerajinan nasional.

Penghargaan yang diselenggarakan media online INDUSTRYcoid itu diberikan dalam acara Industry Award 2026 di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Ajang tahun ini mengusung tema “Driving Sustainable Growth Through Excellence in Governance and Digital Transformation”.

Penghargaan tersebut juga menjadi pengakuan terhadap peran HIMKI dalam memperjuangkan kemajuan industri mebel dan kerajinan Indonesia melalui advokasi kebijakan, kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta perluasan akses pasar domestik dan internasional.

HIMKI selama ini berupaya menjawab berbagai tantangan industri, mulai dari dinamika pasar ekspor, persaingan produk global, ketersediaan bahan baku, hingga peningkatan produktivitas dan inovasi produk.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong penyusunan market intelligence furnitur bersama Kementerian Perdagangan. Inisiatif ini bertujuan memetakan peluang pasar, memahami perubahan tren permintaan global, dan membantu pelaku industri menyusun strategi penetrasi pasar ekspor.

Baca Juga  Abdul Sobur Kembali Pimpin HIMKI, Ini Hasil Munas ke 4 di Bali

HIMKI juga menginisiasi pembentukan task force ekspor untuk mempercepat penyelesaian hambatan perdagangan serta memperkuat koordinasi antara pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait.

Selain itu, HIMKI mendorong pengembangan Grand Strategy Plan industri mebel dan kerajinan Indonesia. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, mengembangkan inovasi dan desain, serta memperluas penetrasi produk nasional ke pasar global.

HIMKI memandang penghargaan tersebut sebagai apresiasi terhadap kerja bersama anggota dan pelaku industri mebel dan kerajinan nasional. Organisasi itu menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, asosiasi, dan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing serta keberlanjutan industri.

Industry Award 2026 Apresiasi Kepemimpinan Industri

CEO INDUSTRYcoid sekaligus Ketua Dewan Juri Industry Award 2026, Nandi Nanti, mengatakan penghargaan tahun ini diberikan kepada tokoh dan perusahaan yang dinilai berkontribusi memperkuat ketangguhan industri nasional melalui tata kelola, inovasi, dan transformasi teknologi.

Nandi menyebut industri manufaktur Indonesia menunjukkan kemampuan tumbuh kembali di tengah tekanan ekonomi global. Hal itu, menurutnya, tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada September 2026 yang mencapai 52,4 atau berada di zona ekspansi.

Baca Juga  HIMKI Sebut Pasar Domestik 'Steak Lezat', Minta TEI 2025 Tak Hanya Kejar Ekspor

“Ini adalah cerita tentang industri yang comeback. Cerita tersebut tidak terjadi secara kebetulan, melainkan lahir dari perusahaan yang menempatkan tata kelola sebagai fondasi dan transformasi teknologi sebagai kunci,” ujar Nandi.

Proses penilaian Industry Award 2026 dilakukan melalui desk research, pemantauan media, dan penilaian ahli. Dari sekitar 200 perusahaan yang ditelaah, seleksi mengerucut menjadi 60 perusahaan.

Penilaian mencakup performa bisnis, aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), serta transformasi teknologi.

Selain Abdul Sobur, penghargaan Industrialist of the Year diberikan kepada Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Achmad Ma’ruf Maulana, Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika, Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman, dan Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, yang hadir mewakili Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, asosiasi, dan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Emmy menyampaikan nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia pada 2025 mencapai USD275,61 miliar. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia dan peringkat pertama di Asia Tenggara.

Baca Juga  Abdul Sobur Dorong Penguatan Pasar Mebel Indonesia di AS lewat Efisiensi Logistik

Menurut Emmy, sinergi pemerintah dan asosiasi industri diperlukan untuk menghadapi tantangan ketersediaan bahan baku, perubahan kebijakan perdagangan global, serta perlindungan pasar domestik dari tekanan produk impor.(*)