Ahmad Labib Minta Masyarakat Tidak Panic Buying, Pasokan BBM Jelang Lebaran Dipastikan Aman

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Labib. (Foto: MPR RI)

MAKLUMAT — Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing untuk melakukan panic buying, menanggapi eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap ketersediaan energi dan bahan bakar minyak (BBM).

Terkait ketersediaan BBM menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Labib memastikan pasokan masih dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. “Untuk sampai Hari Raya dipastikan pasokan kita masih aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik atau melakukan panic buying,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Lebih lanjut, Labib juga menegaskan bahwa isu-isu terkait rencana kenaikan harga BBM tidak sepenuhnya benar. Hingga saat ini, kata dia, belum ada pembahasan di pemerintah bersama legislatif mengenai rencana evaluasi harga BBM dalam waktu dekat, meskipun terdapat koreksi harga minyak dunia.

“Kalau harga internasional memang ada koreksi, tetapi sejauh ini saya belum mendengar ada rencana evaluasi harga BBM dalam waktu dekat, terutama yang non-subsidi,” sebut politisi Partai Golkar itu.

Kendati demikian, Labib meminta pemerintah agar tetap bersiap dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk dengan menyiapkan kebijakan yang terukur. Terlebih, situasi di Timur Tengah yang sedang berkonflik dan blokade yang dilakukan di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen atau sekitar seperlima distribusi gas dan minyak global.

Baca Juga  Sandiaga Uno Sorot Harga BBM, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Anggaran untuk Lindungi Daya Beli

Ia menyebut tidak ada laporan kesulitan pasokan BBM, khususnya di daerah pemilihan (Dapil) asalnya. “Secara spesifik saya belum mendapatkan laporan kelangkaan BBM di Lamongan. Namun kita tetap perlu waspada karena sekitar 19 persen impor minyak kita melewati Selat Hormuz,” terangnya.

Saat ini, lanjut Labib, pemerintah tengah melakukan sejumlah langkah antisipasi, termasuk dengan menjalin komunikasi dan negosiasi dengan pemerintah Iran agar kapal-kapal pengangkut minyak Indonesia yang melintasi kawasan tersebut tidak mengalami hambatan.

Selain itu, pemerintah juga mulai melakukan diversifikasi sumber impor BBM agar tidak terlalu bergantung pada kawasan Timur Tengah. Pemerintah juga tengah mengevaluasi penggunaan BBM di dalam negeri agar lebih efisien, khususnya pada penggunaan BBM subsidi yang dinilai masih banyak digunakan tidak tepat sasaran.

“Pemerintah juga sedang menjajaki sumber impor dari negara lain di luar Timur Tengah. Salah satu alternatifnya dari Amerika Serikat. Ini bagian dari upaya agar kita tidak terlalu bergantung pada satu sumber saja,” pungkas Labib, yang juga merupakan anggota MPR RI.