MAKLUMAT — Akademi Sejarah Muhammadiyah (ASM) Batch II resmi dibuka di DAFAM Pacific Caesar Surabaya, Jumat (7/8/2026). Kegiatan yang digelar Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah bersama Lazismu ini akan berlangsung selama lima hari hingga Selasa (11/8/2026).
Anggota MPI PP Muhammadiyah, M Ichsan Budi Prabowo, mengatakan ASM Batch II menjadi ruang untuk memperkuat perhatian terhadap penulisan sejarah Muhammadiyah, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk kader yang memiliki kemampuan dan komitmen dalam bidang sejarah.
“Agenda ini bertujuan untuk memasyarakatkan sejarah Muhammadiyah, menguatkan tradisi historiografi di perguruan tinggi, serta mencetak kader yang berkomitmen pada disiplin sejarah,” ujar Ichsan kepada wartawan Maklumat.id.
Selama kegiatan, peserta akan mengikuti materi yang disampaikan PP Muhammadiyah, PWM Jawa Timur, akademisi, serta pakar sejarah. Pada hari pertama, peserta akan diajak membahas alasan pentingnya penulisan sejarah Muhammadiyah, pemetaan sebaran penulisan sejarah Muhammadiyah, hingga pelestarian heritage Muhammadiyah.
Materi hari pertama juga mencakup rencana aksi inventarisasi heritage Muhammadiyah di wilayah serta praktik penulisan sejarah yang telah dilakukan PWM Jawa Timur. Ichsan menyebut pengalaman tersebut dapat menjadi bahan bagi peserta untuk mengembangkan penulisan sejarah di wilayah masing-masing.
“PWM Jawa Timur selama ini telah banyak melahirkan karya sejarah. Kami berharap para peserta mampu mendiskusikannya lalu mengontekstualisasikannya dengan wilayah masing-masing,” jelas Budi.
Memasuki hari kedua, peserta akan mengikuti forum group discussion (FGD) mengenai cara melibatkan anak muda dalam penulisan sejarah lokal. Materi berikutnya membahas sejarah lisan, mulai dari pemahaman hingga penerapannya dalam penelitian sejarah lokal.
Peserta juga akan mendapat materi teknis mengenai penyusunan kegiatan pelatihan penulisan sejarah. Mereka kemudian diarahkan menyusun kerangka acuan kegiatan atau TOR untuk pelatihan penulisan sejarah lokal di masing-masing wilayah serta mempraktikkan penyusunan dokumentasi dan informasi sejarah.
“Pada hari ketiga dan keempat, kegiatan berlanjut dengan wisata sejarah Muhammadiyah Jawa Timur. Peserta akan mengunjungi Langgar Plampitan dan kawasan Ampel. Agenda ini dilanjutkan dengan ekskursi sumber-sumber sejarah di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur serta Perpustakaan Medayu Agung,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan bagi peserta. Para peserta juga diarahkan untuk mengenali sumber sejarah yang dapat digunakan dalam penulisan sejarah Muhammadiyah di wilayah masing-masing.
Pada hari terakhir, peserta akan menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) berupa proposal teknis penyelenggaraan pelatihan penulisan sejarah. Setiap peserta nantinya mempresentasikan rencana tersebut sebagai bagian dari tindak lanjut ASM Batch II.
Ichsan berharap peserta dapat membawa hasil pembelajaran selama kegiatan untuk dikembangkan di daerah masing-masing. Ia juga mendorong agar pelatihan dan penulisan sejarah Muhammadiyah dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti setelah peserta kembali ke wilayah masing-masing, tetapi dapat dilanjutkan melalui kegiatan penulisan dan pelatihan sejarah Muhammadiyah di daerah,” pungkasnya.
*) Penulis: M Habib Muzaki












