MAKLUMAT– Anggaran irigasi dipangkas hingga 61 persen dalam pagu indikatif Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tahun anggaran mendatang. Kondisi ini dinilai dapat mengancam target swasembada pangan yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Peringatan tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem, Erna Sari Dewi, usai rapat kerja bersama Menteri Pekerjaan Umum di Kompleks Parlemen, Jakarta yang dikutip, Jumat (12/6/2026).
Menurut Erna, pemangkasan anggaran sektor sumber daya air (SDA), khususnya pembangunan jaringan irigasi, berpotensi menghambat peningkatan produktivitas pertanian nasional. Padahal, ketersediaan infrastruktur irigasi menjadi faktor utama dalam mendukung hasil panen petani.
“Bagaimana kita bisa menggaungkan swasembada pangan jika anggaran irigasi berkurang sampai 61 persen? Jika irigasi tidak dibangun, bagaimana petani dapat meningkatkan hasil panennya?” tegasnya.
Ia mengungkapkan kebutuhan anggaran Kementerian PU untuk tahun anggaran mendatang mencapai Rp219,81 triliun. Namun pemerintah baru menetapkan pagu indikatif sebesar Rp98,47 triliun atau sekitar 44,8 persen dari total kebutuhan yang diajukan.
Akibat keterbatasan anggaran tersebut, sejumlah program strategis terancam mengalami penurunan capaian. Salah satunya pembangunan jaringan irigasi yang semula ditargetkan menjangkau sekitar 12 ribu hektare lahan pertanian, kini hanya mampu melayani sekitar 411 hektare.
Erna menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara target swasembada pangan dengan dukungan anggaran yang tersedia. Karena itu, ia meminta pemerintah melakukan penataan ulang prioritas belanja negara agar program yang berdampak langsung terhadap masyarakat tidak terpinggirkan.
Ia mengungkapkan pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian harus ditempatkan sebagai prioritas utama apabila pemerintah serius mengejar ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
“Kita harus memilih program yang benar-benar strategis dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Jangan sampai program yang langsung menyentuh masyarakat justru terabaikan,” cetusnya.
Pemangkasan anggaran irigasi menjadi sinyal yang bertolak belakang dengan ambisi pemerintah mewujudkan swasembada pangan. Infrastruktur air merupakan tulang punggung produktivitas pertanian, terutama di tengah ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
Ketika anggaran irigasi menyusut drastis, kapasitas produksi pangan nasional berpotensi ikut tergerus. Jika pemerintah tidak segera melakukan penyesuaian prioritas anggaran, target swasembada pangan berisiko hanya menjadi target di atas kertas tanpa dukungan infrastruktur yang memadai.












