BioSmart Grease Trap Jadi Andalan, KKN 30 UMSURA Jalankan Tujuh Program di Sidowungu Gresik

KKN 30 UMSURA

MAKLUMAT — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kelompok 30 Universitas Muhammadiyah Surabaya atau KKN 30 UMSURA mulai mengimplementasikan pelaksanaan tujuh program kerja di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Rencananya, seluruh program akan dijalankan selama satu bulan ke depan.

Program-program tersebut sebelumnya telah dipaparkan saat pembukaan KKN di Balai Desa Sidowungu, Kamis (9/7/2026). Ketua KKN 30 UMSURA, Muhammad Rizam Arzaky Robby, menyebut bahwa program-program ini didasarkan pada hasil observasi kebutuhan masyarakat.

“Kami berterima kasih atas sambutan yang diberikan masyarakat Desa Sidowungu. Kami berharap seluruh warga dan stakeholder dapat berkolaborasi dengan mahasiswa KKN sehingga program-program yang telah disusun bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Tujuh Program Kerja KKN 30 UMSURA

Rizam menjelaskan program utama yang diusung kelompoknya adalah penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa BioSmart Grease Trap, yakni sistem penyaringan limbah hasil pemotongan ayam. Program ini lahir setelah mahasiswa melakukan observasi dan menemukan sebagian besar masyarakat Sidowungu berprofesi sebagai pelaku usaha pemotongan ayam.

Aktivitas pemotongan ayam itu menghasilkan limbah cair yang apabila dibuang langsung berpotensi mencemari lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, dan mengganggu kualitas saluran air.

“Melalui BioSmart Grease Trap, limbah cair akan melewati proses filtrasi sehingga kandungan lemak dan sisa organik dapat dipisahkan sebelum dibuang ke lingkungan. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan masyarakat sebagai langkah awal menuju pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga  Khofifah Hadiri Salawat Akbar di Gresik, Lengkapi Ikhtiar Jelang Coblosan Pilgub Jatim

Program kedua yang dipaparkan ialah Revitalisasi Telaga Mboro. Mahasiswa akan melaksanakan kerja bakti bersama masyarakat, penghijauan kawasan telaga, pengecatan gazebo, perbaikan fasilitas permainan anak, penataan lingkungan, hingga pembersihan area sekitar telaga.

Melalui kegiatan tersebut, Telaga Mboro diharapkan kembali berfungsi sebagai ruang publik yang bersih, hijau, dan nyaman untuk dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat berkumpul, berolahraga, maupun sarana edukasi lingkungan. Selain itu, kawasan tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang dapat dikelola masyarakat maupun pemerintah desa secara optimal.

Selain dua program tersebut, KKN 30 UMSURA juga akan menjalankan optimalisasi Bank Sampah melalui edukasi pemilahan sampah rumah tangga. Berdasarkan hasil observasi, sistem pemilahan sampah di Desa Sidowungu masih belum berjalan optimal sehingga sampah organik dan anorganik masih bercampur dan menyebabkan penumpukan.

“Karena itu, edukasi menjadi penting agar kita mulai memilah sampah sejak dari rumah. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah yang dikelola warga,” jelasnya.

Sebagai pendukung pengelolaan sampah, mahasiswa juga akan membuat Rocket Stove, yaitu alat pembakaran dengan sistem pembakaran sempurna yang menghasilkan panas tinggi namun minim asap. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pembakaran terbuka yang selama ini masih sering dilakukan masyarakat.

Baca Juga  Prodi S2 FPKS Umsura Perkuat Pendampingan Publikasi Ilmiah Mahasiswa

Pada bidang kesehatan, mahasiswa menyiapkan sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan bersama tenaga kesehatan desa. Program tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan kesehatan gigi, khitan gratis bagi anak-anak, serta edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat. “Kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini dapat terus meningkat,” imbuhnya.

Sementara itu, pada bidang pendidikan mahasiswa akan menggelar pendampingan belajar bagi siswa sekolah dasar melalui kegiatan bimbingan belajar, kelas kreatif, serta pembinaan karakter. Program ini disiapkan untuk meningkatkan semangat belajar anak-anak sekaligus menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan selama masa liburan sekolah.

Program ketujuh menyasar sektor ekonomi melalui pemberdayaan UMKM. Mahasiswa akan mendampingi pelaku usaha dalam peningkatan branding produk, pembuatan identitas usaha, desain kemasan, digital marketing, hingga penyusunan strategi promosi.

“Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal Desa Sidowungu sehingga memiliki peluang pemasaran yang lebih luas,” tandas Rizam.

Implementasi QS Ali Imran Ayat 104

Pemaparan tujuh program tersebut mendapat apresiasi dari peserta yang hadir. Berbagai masukan dan saran juga disampaikan sebagai bahan penyempurnaan agar setiap kegiatan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan.

Pembukaan KKN tersebut dihadiri juga oleh Sekretaris Desa Sidowungu Edi Siswanto yang mewakili kepala desa, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Menganti, tenaga kesehatan Polindes, jajaran PKK, Ketua Paguyuban Pemotongan Ayam, tokoh masyarakat, dan masih banyak lagi.

Baca Juga  Muhammad Manu: Anak Muda Harus Berani Tampil, Jangan Hanya Mengekor

Wakil Ketua PCM Menganti, Farid Zainuddin mengatakan kegiatan KKN menjadi bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat juga sejalan dengan nilai yang terkandung dalam QS Ali Imran ayat 104.

“Mahasiswa turun mengabdi kepada masyarakat sebagai bentuk implementasi nilai yang terkandung dalam QS Ali Imran ayat 104. Itu menjadi pedoman untuk menghadirkan manfaat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Farid juga mengapresiasi Pemerintah Desa Sidowungu yang menerima mahasiswa KKN dan berharap seluruh program dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, dan warga menjadi kunci agar program yang telah dirancang dapat terlaksana dengan baik.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sidowungu, Edi Siswanto, menyatakan pemerintah desa siap mendukung pelaksanaan seluruh program KKN. Ia juga meminta mahasiswa tidak ragu berkoordinasi dengan perangkat desa maupun kelompok masyarakat selama menjalankan kegiatan.

“Jangan sungkan berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat. Mudah-mudahan manfaat program ini tidak hanya dirasakan sekarang, tetapi juga tetap terasa setelah mahasiswa menyelesaikan KKN dan kembali ke kampus,” jelasnya.

 

*) Penulis: Farid Faqih