MAKLUMAT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca selama periode Hari Raya dan Libur Idulfitri 1447 H/2026 secara umum akan didominasi oleh cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas sedang. Meski relatif kondusif, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi hujan lebat di sejumlah titik. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa Indonesia masih berada di puncak musim hujan.
“Hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada Januari hingga Februari, dan diprediksi mulai melandai setelahnya,” ujar Teuku Faisal Fathani dikutip dari laman BMKG, Ahad (15/2/2026).
Menurut data BMKG, prediksi curah hujan untuk menjamin keselamatan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pada Februari 202, curah hujan kategori sangat tinggi berpeluang terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan. Sementara pada Maret 2026, potensi hujan sangat tinggi bergeser ke wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah. Adapun pada periode 1–31 Maret 2026, cuaca didominasi berawan hingga hujan sedang. Namun, pada awal Maret (1-10 Maret), hujan lebat masih berpotensi mengguyur DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta wilayah Papua.
Sejumlah fenomena atmosfer seperti Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), dan potensi bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia diprediksi masih aktif. Selain faktor hujan, BMKG memberikan peringatan khusus terkait potensi banjir rob pada pertengahan Maret. Kombinasi fase Bulan Baru (19 Maret) dan fase Perigee (22 Maret) dapat memicu peningkatan tinggi pasang air laut yang berdampak pada genangan di wilayah pesisir.
Mitigasi Sektor Penerbangan dan Transportasi
Bagi pemudik yang menggunakan jalur udara, BMKG menyoroti potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) di wilayah Sumatera Barat, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua yang dapat menyebabkan turbulensi dan petir. Sebagai langkah antisipasi, BMKG telah menyiapkan berbagai infrastruktur informasi dan mitigasi. Antara lain, Teknologi Informasi, yakni layanan Ina-SIAM untuk penerbangan, InaWIS untuk pelayaran, serta aplikasi InfoBMKG dan SMS Blast. BMKG juga menyiapkan 38 UPT BMKG di tingkat provinsi serta posko di 96 bandara dan 13 pelabuhan. Sementara operasi modifikasi cuaca akan dilakukan secara situasional untuk menekan intensitas hujan di wilayah berisiko tinggi demi kelancaran mobilitas. BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk terus memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi di bmkg.go.id atau Call Center 196 guna memastikan perjalanan mudik yang aman dan nyaman.













