Capek Berkendara? Istirahat di Puluhan Masjid Ramah Pemudik di Banyuwangi

MAKLUMAT Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan 13 masjid sebagai tempat istirahat bagi pemudik yang melintasi wilayah tersebut. Program bertajuk Masjid Ramah Pemudik (MRP) ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi, Kementerian Agama, dan Baznas Kabupaten Banyuwangi.

Masjid-masjid tersebut tersebar di jalur utama dari berbagai pintu masuk Banyuwangi, baik dari arah utara, selatan, maupun timur. Kehadiran MRP diharapkan menjadi alternatif rest area yang aman dan nyaman bagi para pengendara, khususnya pemudik sepeda motor.

Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Chaeroni, mengatakan bahwa penentuan masjid dilakukan melalui proses survei oleh tim penyuluh lapangan.

“Masjid yang dipilih harus memenuhi sejumlah kriteria, antara lain memiliki area parkir luas, berada di tepi jalan utama, tersedia fasilitas kamar mandi yang memadai, terjaga kebersihannya, serta aman bagi pengunjung,” ujar Chaeroni.

Adapun 13 masjid yang ditetapkan sebagai MRP antara lain: Masjid Nurul Huda di Kalibaru, Masjid Sabilul Muttaqin di Glenmore, Masjid Baiturrahman di Genteng dan Gambiran, Masjid Jami’ Al Falah di Cluring, Masjid Arroyan di Singojuruh, Masjid Besar Baiturrohim di Rogojampi, Masjid Sahat Makkah Almukaromah dan Masjid Nurul Ummah di Kabat, Masjid Agung Baiturrahman di Banyuwangi, Masjid Al Huda di Kalipuro, serta dua masjid di Wongsorejo.

Baca Juga  LHKP PP Muhammadiyah Siap Gelar Al Maun Goes to Village

Program ini secara resmi diluncurkan oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Masjid Al Huda, Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Selasa (17/3). Ipuk berharap keberadaan MRP dapat membantu pemudik yang membutuhkan waktu istirahat di tengah perjalanan.

“Masjid Ramah Pemudik ini diharapkan menjadi solusi bagi para pemudik yang lelah dan membutuhkan tempat istirahat yang nyaman dan aman,” kata Ipuk.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi, Dwi Yanto, menyampaikan bahwa pihaknya turut memberikan dukungan logistik di seluruh titik MRP.

Baznas telah menyalurkan kebutuhan seperti kopi, teh, gula, serta makanan ringan di sejumlah masjid. Selain itu, Baznas juga memberikan dukungan operasional, termasuk bagi terapis tunanetra yang disiagakan di jalur utama MRP.

“Ini merupakan bagian dari komitmen Baznas untuk berkontribusi dalam pelayanan bagi masyarakat, sekaligus mengajak untuk terus bersedekah dan menunaikan zakat,” ujar Dwi.

Program ini mendapat respons positif dari para pemudik. Salah satunya, Samsul, yang mengaku terbantu dengan adanya fasilitas tersebut.

Pemudik asal Kalibaru yang berangkat dari Denpasar, Bali, itu mengatakan, keberadaan masjid sebagai tempat istirahat memberikan kenyamanan karena dapat digunakan sekaligus untuk beribadah.

“Bisa istirahat sebentar di masjid, setelah segar kembali kami melanjutkan perjalanan,” ujar Samsul.

Baca Juga  Forkopimda Banyuwangi Sepakati Aturan Karnaval Agustusan dan Penggunaan Sound Horeg