MAKLUMAT — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember menggelar Pelatihan Pelintingan Sigaret Kretek Tangan (SKT) bagi 30 karyawan industri rokok dan tembakau di Kabupaten Jember. Kegiatan yang berlangsung pada 27-29 Juli 2026 itu ditujukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di sektor industri hasil tembakau.
Pelatihan dibuka di Ballroom Hotel Aston Jember pada Senin (27/7/2026). Peserta merupakan perwakilan karyawan dari sejumlah perusahaan industri rokok yang beroperasi di Kabupaten Jember.
Selama tiga hari, peserta mengikuti pelatihan yang memadukan materi teori dan praktik. Materi teori mencakup standar kualitas pelintingan SKT serta teknik produksi sesuai standar industri, sedangkan sesi praktik difokuskan pada keterampilan melinting rokok dengan pendampingan instruktur.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember, Hadi Mulyono, mengungkapkan bahwa industri sigaret kretek tangan masih menjadi salah satu sektor yang menyerap banyak tenaga kerja di Jember. Karena itu, peningkatan keterampilan pekerja dinilai penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas hasil produksi.
“Melalui pelatihan ini kami ingin memastikan tenaga kerja di industri SKT memiliki kompetensi yang terstandar sehingga produktivitas dan kualitas produksi dapat terus meningkat,” kata Hadi.
Menurutnya, penguatan kompetensi tenaga kerja juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan industri hasil tembakau yang selama ini berkontribusi terhadap perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan keterampilan yang nantinya diterapkan di tempat kerja.
“Keterampilan pelintingan yang baik tidak hanya meningkatkan produktivitas pekerja, tetapi juga mendukung daya saing produk industri rokok dari Kabupaten Jember,” tandasnya.
Disnaker Jember menyebut, pelatihan tersebut merupakan salah satu program peningkatan kompetensi tenaga kerja yang menyasar sektor industri hasil tembakau. Melalui peningkatan keterampilan pekerja, pemerintah daerah berharap keberlanjutan industri sigaret kretek tangan dapat terus terjaga sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor tersebut.













