Filosofi Dampak Nyawiji di Balik PKMTM II 2026 IPM Jombang

MAKLUMAT — Filosofi “Dampak Nyawiji” diharapkan tidak berhenti hanya sebagai wacana selama kegiatan Pelatihan Kader Muda Taruna Melati (PKMTM) II berlangsung. Ketua Umum PD IPM Kabupaten Jombang, M Chafid Dhotus menekankan agar nilai itu benar-benar tertanam dalam diri kader dalam tingkah laku sehari-hari.

“Kegiatan kali ini mengusung tema Satriya Pinilih, Nalar Kritis, dan Dampak Nyawiji: Manifesto Kader Ideologis IPM. Alumni PKMTM II diharapkan memiliki dampak nyawiji atau punya dampak yang nyata ke Persyarikatan,” jelasnya pasca agenda yang diselenggarakan PD IPM Kabupaten Jombang di SMK Muhammadiyah 1 Ngoro, Jombang pada Jumat-Ahad (13-15/2/2026) lalu.

Ia menyampaikan bahwa tema ini dirumuskan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan IPM saat ini. Proses perumusannya juga melibatkan tim fasilitator yang merupakan alumni PKMTM III 2025 yang diselenggarakan oleh PW IPM Jatim.

“Secara harfiah dampak nyawiji merupakan tujuan praksis dari keseluruhan proses kaderisasi. Nyawiji berarti menyatu, antara gagasan dan tindakan, antara kader dan organisasinya, serta antara IPM dan realitas umat,” jelasnya.

Chafid menekankan bahwa kader IPM tidak boleh berhenti pada kesalehan individu atau kecakapan forum, tetapi dituntut menghadirkan dampak kolektif yang menghidupkan ranting, cabang, dan ruang-ruang pelajar. Gerakan IPM harus terasa denyutnya, nyata kebermanfaatannya, dan berkelanjutan pengaruhnya.

“PKMTM II kali ini adalah wadah untuk menggodok dan mempersiapkan kader-kader hingga matang sebelum mereka kembali ke pimpinan masing-masing untuk merealisasikan apa yang telah didapat dari kaderisasi ini,” paparnya.

Memutar Roda Organisasi

Anggota Bidang Perkaderan PD IPM Kabupaten Jombang, Ilham Wahidin menjelaskan bahwa PKMTM II kali ini dihadiri lebih dari 25 delegasi dari PR dan PC IPM se-Kabupaten Jombang. PKMTM II sendiri merupakan jenjang kaderisasi formal IPM di tingkat daerah.

Adapun materi-materi yang disuguhkan yakni Al-Islam, Kemuhammadiyahan, Ke-IPM-an, Pengantar Ilmu Filsafat, dan Pendekatan Appreciative Inquiry (AI). Sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidangnya turut hadir untuk mengisi rangkaian materi selama kegiatan berlangsung.

Setelah menerima seluruh materi, focus group discussion (FGD) pun berlangsung. Ilham mengapresiasi suasana FGD yang menurutnya terasa sangat hidup ketika para peserta saling bertukar pikiran dan beradu pendapat dalam menganalisis fenomena yang diberikan pada masing-masing kelompok.

Ilham yang juga ketua panitia agenda ini berharap agar kader-kader ke depannya tidak lelah untuk selalu memperkuat pemahaman sekaligus mengasah kemampuan dalam mengaplikasikan materi. Hal itu akan sangat berguna dalam penguatan organisasi.

“PKMTM II ini bertujuan sebagai arena juang, di mana para peserta ditempa dengan materi sedemikian rupa serta forum diskusi yang leluasa. Dengan harapan agar sekembalinya dari pelatihan ini, para peserta mampu membina dan memutar roda organisasi pada pimpinannya masing-masing,” tandasnya.