MAKLUMAT – Potensi kerawanan di kawasan Danau Tunjung diantisipasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menggelar Forum Rembuk Relawan Bencana (FRRB) untuk menyiapkan langkah mitigasi.
Kegiatan pada Kamis (8/5/2026) malam itu berlangsung di kantor BPBD Jember, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari. Sejumlah pihak hadir. Di antaranya, BPBD Kabupaten Jember, DPRD Kabupaten Jember, Polres Jember, Kodim 0824 Jember, Bakorwil V Jember, Perhutani KPH Jember, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember, Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, dan DPRKPLH.
Komunitas dan relawan kebencanaan seperti SAR OPA, APGI, WJPB, Baret Rescue, serta Destana dari sejumlah wilayah di Kabupaten Jember juga ikut dalam diskusi serta koordinasi tersebut.
Forum itu membahas penyusunan langkah mitigasi dan pengurangan risiko bencana secara terpadu. Berdasarkan hasil rapat, BPBD Kabupaten Jember akan melaporkan hasil koordinasi tersebut kepada Bupati Jember dan BPBD Provinsi Jawa Timur sebagai bahan tindak lanjut dan sinkronisasi lintas sektor.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga direncanakan melibatkan tenaga ahli geologi untuk melakukan kajian teknis terhadap kondisi Danau Tunjung dan potensi kerawanannya. Hasil asesmen lapangan akan menjadi dasar penyusunan Rencana Kontinjensi (Renkon) kawasan Danau Tunjung beserta wilayah terdampak di sekitarnya.
Forum juga menyepakati perlunya melibatkan pihak yang pertama menyampaikan informasi terkait retakan maupun kondisi Danau Tunjung dalam survei lapangan. Langkah tersebut dinilai penting agar proses identifikasi lokasi berlangsung tepat sasaran dan menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember Maryani mengatakan, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi ancaman bencana di kawasan tersebut.
”Mitigasi bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat, relawan, hingga masyarakat agar langkah penanganan benar-benar terukur dan tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Maryani, forum tersebut menjadi wadah menyatukan persepsi sekaligus menyiapkan langkah mitigasi yang lebih komprehensif. BPBD Kabupaten Jember bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di kawasan Danau Tunjung.
Seluruh peserta forum juga menyatakan kesiapan mendukung upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana demi menjaga keselamatan masyarakat serta lingkungan sekitar. (*)













