MAKLUMAT – Gemantara Indonesia meluncurkan 6 program strategis untuk transformasi ekonomi nusantara dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Gibraltar Room, Menara 165 Convention Center, Jakarta Selatan, Ahad (15/2/2026).
Presiden Gemantara Indonesia, Dr Puguh Wiji Pamungkas MM, dalam paparan vision casting-nya menegaskan bahwa organisasi ini bukan substitusi, tapi justru menjadi komplementasi solusi bagi kebutuhan strategis nasional.
“Melalui 6 program strategis ini, kita tidak hanya membangun bisnis, tetapi menciptakan ekosistem pertumbuhan yang memberikan dampak nyata bagi bangsa dan negara,” ujar Puguh dalam forum tertinggi yang dihadiri delegasi dari berbagai zona wilayah, mulai dari Sumatera Raya, hingga Sulawesi-Maluku-Papua.
Sebagai inti dari akselerasi organisasi, Gemantara Indonesia meluncurkan 6 program utama yang mengintegrasikan kekuatan organisasi dengan teknologi digital, yaitu:
G-CONNECT: Platform keanggotaan resmi yang dapat diakses melalui www.gemantara.or.id untuk memperkuat jejaring kolaborasi lintas wilayah dan sektor.
G-GROW: Platform Learning Management System (LMS) melalui edubis.gemantara.or.id yang berfokus pada pengembangan kapasitas usaha, akuntabilitas laporan keuangan, dan kesiapan investasi.
G-CARE: Platform donasi digital melalui peduli.gemantara.or.id untuk menyalurkan kontribusi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
G-ADVOCACY: Layanan penguatan aspek hukum, kepatuhan perpajakan, dan advokasi usaha bagi para pelaku usaha.
G-FEST: Inisiatif aktivasi ekonomi kreatif dan penetrasi pasar untuk memperluas jangkauan bisnis anggota.
G-NEXT: Program pemberdayaan generasi muda (changemakers) berbasis growth mindset dan orientasi dampak.
Smentara itu, Sekretaris Jenderal Gemantara Indonesia, Firdaus Usman, menambahkan bahwa konsolidasi ini bertujuan mengejawantahkan seluruh ide menjadi langkah konkret.
“Dengan integrasi platform digital seperti G-CONNECT, kita memastikan setiap pengurus pusat hingga daerah bergerak selaras dalam satu frekuensi: Terhubung, Bertumbuh, dan Berdampak,” jelasnya.
Sedangkan, Direktur Eksekutif Pembinaan dan Pengembangan Wilayah, Gunawan Saputro, menekankan pentingnya standarisasi gerakan di tingkat akar rumput.
“Setiap wilayah dan daerah kini memiliki mandat untuk membentuk kelompok belajar dan ekosistem pertumbuhan usaha yang terstandarisasi, memastikan program pusat terjabarkan secara operasional hingga ke pelosok Nusantara,” tegas Gunawan.














