MAKLUMAT – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Sugeng Suparwoto, mengimbau pemerintah dan DPR menunjukkan empati kepada masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Salah satu langkah yang diusulkan adalah pemotongan gaji pejabat dan anggota DPR hingga 50 persen.
Sugeng menilai kondisi fiskal Indonesia saat ini sedang dalam tekanan berat. Karena itu, pemerintah diminta lebih fokus melakukan efisiensi belanja negara dibanding terus membebani masyarakat dengan kenaikan harga energi.
“Dalam situasi hari ini, mestinya efisiensi yang ditekankan terutama dari segi belanja. Karena harus kita akui, beban fiskal kita berat sekali,” kata Sugeng dalam program Sapa Indonesia Kompas TV, dikutip Kamis (11/6/2026).
Ia juga menyoroti kondisi PT Pertamina (Persero) yang disebut menanggung beban besar akibat tidak naiknya harga Pertamax dan Pertamax Green dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, Pertamina harus menanggung selisih harga hingga sekitar Rp7 triliun per bulan.
“Dengan tidak naiknya Pertamax dan Pertamax Green kemarin, setiap bulan Pertamina menanggung kurang lebih Rp7 triliun. Sampai muncul bisik-bisik Pertamina gagal bayar di trading. Bayangkan jika itu terjadi,” ujarnya.
Sugeng mengingatkan, apabila Pertamina mengalami gagal bayar, dampaknya bisa sangat serius terhadap pasokan energi nasional.
“Pertamina tidak bisa lagi membeli crude oil dan produk BBM. Maka ini sangat berbahaya,” tegasnya.
Ia menambahkan, tekanan fiskal semakin berat karena Indonesia masih mengimpor sekitar satu juta barel minyak per hari. Situasi geopolitik di Timur Tengah yang tidak menentu juga membuat harga minyak dunia sulit diprediksi.
“ICP 70 dolar saja sudah sangat membebani fiskal. Barang-barang akan bergerak naik,” katanya.
Sugeng memperkirakan kenaikan harga Pertamax akan mendorong inflasi sekitar 1 persen dari sektor BBM. Karena itu, pemerintah diminta bersikap jujur kepada masyarakat mengenai kondisi ekonomi nasional.
“Pemerintah harus jujur bahwa keadaan ini tidak baik-baik saja. Penguasa harus empati dan betul-betul menenangkan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk empati, Sugeng mengusulkan pemotongan gaji pejabat pemerintah dan anggota DPR sebesar 50 persen.
“Pemerintah dan DPR harus menunjukkan empati dengan memotong gaji 50 persen. Saya sebagai anggota DPR sangat setuju. Karena masyarakat sedang tidak baik-baik saja,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto, menilai kenaikan harga Pertamax tidak bisa dipandang sederhana. Menurutnya, masyarakat kelas menengah akan semakin tertekan dan berpotensi turun menggunakan BBM subsidi seperti Pertalite.
“Jangan dikira Pertamax naik, maka pilihannya hanya menambah biaya membeli Pertamax atau turun menjadi pengguna Pertalite,” kata Tiyo.
Aktivis mahasiswa yang dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah itu meminta pemerintah lebih berpihak kepada rakyat dibanding kepentingan kelompok tertentu.
“Saya kira pemerintah harus menunjukkan keberpihakan kepada rakyat atau oligarki,” pungkasnya.***












