Ketua KPU Kota Probolinggo Uraikan “Pagar Api” Penyelenggara Pemilu

MAKLUMAT — Penyelenggara pemilu harus tetap berpegang pada asas integritas hingga independensi untuk menjaga netralitas serta kepercayaan publik di tengah dinamika kekuasaan. Hal itu disampaikan Ketua KPU Kota Probolinggo, Radfan Faisal dalam agenda yang diselenggarakan Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Surabaya di Lucky’s Cafe Surabaya, Senin (16/2/2026).

“Penyelenggara itu dibentuk untuk menjalankan fungsi penyelenggaraan, yang di dalamnya itu ada asas dan prinsip yang harus dipatuhi, maka tidak mungkin keluar dari koridor itu,” ujarnya dalam kegiatan Srawung bertemakan Muhammadiyah dalam Bayang-Bayang Paradoks Kekuasaan.

Radfan menjelaskan bahwa penyelenggara pemilu dibentuk untuk menjalankan fungsi penyelenggaraan yang di dalamnya melekat asas dan prinsip yang wajib dipatuhi. Dalam konteks ini, integritas dan independensi menjadi hal yang tidak dapat ditawar.

Ia juga menegaskan bahwa posisi penyelenggara pemilu tidak berdiri sendiri. Terdapat lembaga lain yang berperan dalam melakukan pengawasan pada setiap tahapan, yakni Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Selain itu, aspek pengawasan dan penindakan terkait pelanggaran kode etik menjadi kewenangan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). “Jadi ada pagar api yang kemudian menjadi barier bagi penyelenggara pemilu untuk tidak menawar yang namanya netralitas atau independensi itu,” ujarnya.

Baca Juga  Bawaslu Kubu Raya Gandeng Pemuda Muhammadiyah Perkuat Pengawasan Partisipatif

Ia menjelaskan bahwa pengetahuan tentang pemilu merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan demokrasi. Pemahaman yang baik mengenai proses, tahapan, hingga peran setiap lembaga penyelenggara akan mendorong partisipasi yang lebih sadar dan bertanggung jawab.

Radfan menegaskan bahwa anak muda memang harus aktif, kritis, dan terlibat dalam proses demokrasi. Oleh karenanya, ia mengapresiasi forum diskusi semacam ini karena dinilai penting sebagai ruang ekspresi dan dialog bagi generasi muda.

“Ini istimewa sekali, saya berterima kasih kepada teman-teman JIMM Surabaya yang sudah menyelenggarakan forum ini. Karena ruang-ruang seperti ini yang dibutuhkan oleh anak-anak muda untuk mencurahkan isi hatinya, karena kalau tidak diberikan ruang begini, bisa saja hal-hal yang mereka lakukan itu tidak terkontrol,” jelasnya.