MAKLUMAT — Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menegaskan bahwa masa depan industri furnitur dan kerajinan nasional sangat ditentukan oleh kekuatan ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Hal tersebut disampaikan dalam forum RAPIMNAS HIMKI 2026 yang mempertemukan pengurus pusat bersama 18 DPD dari berbagai daerah basis produksi furnitur dan kerajinan di Indonesia di Hotel Bumi Surabaya, Sabtu (6/6/2026).
Dalam forum strategis tersebut, para pelaku industri membahas langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, serta ekspor furnitur nasional di tengah tekanan ekonomi global dan persaingan perdagangan internasional yang semakin ketat.
Ketum HIMKI Abdul Sobur mengatakan tantangan industri saat ini tidak lagi dapat diselesaikan secara parsial oleh masing-masing perusahaan. Menurutnya, yang harus dibangun adalah ekosistem industri nasional yang kuat, efisien, dan saling terhubung.
“Jika kita ingin ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia tumbuh berlipat ganda, maka yang harus kita bangun bukan hanya pabrik yang lebih besar, tetapi ekosistem yang lebih kuat,” ujar Abdul Sobur dalam RAPIMNAS HIMKI 2026.
Ia menegaskan bahwa persaingan global saat ini bukan lagi sekadar antar perusahaan ataupun antar negara, melainkan antar ekosistem industri.
“Negara yang mampu menghadirkan ekosistem paling efisien, inovatif, dan kolaboratif akan menjadi pemenang dalam perdagangan dunia,” tegas Ketum HIMKI.
Sebagai organisasi yang menaungi lebih dari 2.500 anggota dan jutaan tenaga kerja, HIMKI disebut mengambil peran sebagai orkestrator industri furnitur dan kerajinan nasional.
Dalam RAPIMNAS tersebut, HIMKI menetapkan sejumlah agenda prioritas, di antaranya penguatan basis data dan pemetaan klaster industri nasional, peningkatan produktivitas melalui modernisasi manufaktur dan adopsi teknologi, hingga pengembangan SDM industri.
Selain itu, HIMKI juga mendorong diversifikasi pasar ekspor ke kawasan Timur Tengah, India, Afrika, Amerika Latin, dan ASEAN sebagai strategi memperluas pasar nontradisional.
Forum juga menegaskan pentingnya penguatan platform industri nasional seperti IFEX dan IndoWood. Dalam strategi besar HIMKI, IndoWood diposisikan sebagai platform hulu industri, sedangkan IFEX menjadi platform hilir pemasaran global.
Kedua platform tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun rantai industri furnitur nasional yang terintegrasi dan berorientasi ekspor.
Ketum HIMKI Abdul Sobur menambahkan bahwa HIMKI akan terus memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, lembaga pembiayaan, hingga jaringan buyer internasional guna mendorong Indonesia menjadi salah satu pusat furnitur dan kerajinan dunia.
“HIMKI hadir untuk menghubungkan seluruh mata rantai industri agar bergerak dalam satu arah menuju Indonesia sebagai salah satu pusat furnitur dan kerajinan dunia,” pungkasnya.***













