Khofifah Resmikan Jembatan Bubak, Akses Ekonomi Gondang Pulih

Khofifah-resmikan-Jembatan-Bubak

MAKLUMAT — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Jembatan Bubak di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Kamis (19/2) malam. Infrastruktur senilai sekitar Rp13 miliar itu dibangun kembali setelah putus akibat banjir 2024 dan kini memulihkan konektivitas dua desa.

Jembatan rangka baja tersebut memiliki bentang 60 meter dengan lebar jalan 7 meter. Fungsinya langsung krusial: membuka kembali mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Khofifah menegaskan pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, tetapi pemulihan akses hidup masyarakat. “Semoga hadirnya Jembatan Bubak memperlancar akses masyarakat untuk beribadah, bekerja, berdagang, dan beraktivitas,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis.

Aspirasi Warga, Proyek Dipercepat

Pembangunan jembatan bermula dari aspirasi masyarakat kepada Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra setelah jembatan lama terputus banjir. Pemerintah Provinsi Jawa Timur kemudian menginstruksikan Dinas PU Bina Marga melakukan pengecekan dan mempercepat pembangunan.

Khofifah memastikan proyek telah rampung penuh.
“Alhamdulillah seminggu kemarin Jembatan Bubak selesai pengerjaan 100 persen,” ujarnya.

Menurutnya, konektivitas infrastruktur akan berdampak langsung pada ekonomi desa, pendidikan, serta mobilitas barang dan jasa. Dampak itu mulai terlihat di kawasan sekitar jembatan.

Baca Juga  Emil Elestianto Dardak Terpilih Pimpin Partai Demokrat Jatim Periode 2026-2031

Pemprov Jatim juga menilai desain jembatan dibuat kokoh sekaligus estetis agar menjadi penanda kawasan. Pemerintah menerima laporan bahwa wilayah sekitar mulai tumbuh menjadi pusat kegiatan baru warga, termasuk munculnya pelaku UMKM.

“Kita melihat Jembatan Bubak menjadi ikon dan magnet baru wilayah Gondang,” kata Khofifah.

Pemda Minta Warga Ikut Menjaga

Selain meresmikan, Khofifah meminta masyarakat menjaga fasilitas publik tersebut. Ia menegaskan perawatan infrastruktur bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga warga.

“Tolong dijaga pemanfaatan jembatan Bubak karena milik bersama, termasuk kebersihan dan keamanannya,” ujarnya.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyebut pembangunan jembatan menjawab kebutuhan mendesak warga setelah bencana banjir memutus akses antarwilayah.

“Tahun 2024 banjir membuat jembatan terputus sehingga warga pesimis. Kini jembatan selesai dan menjadi penghubung sekaligus ikon baru UMKM Gondang,” kata Al Barra.

Kepala Desa Kebontunggul, Siandi, juga menilai keberadaan jembatan langsung meningkatkan nilai ekonomi dua desa yang terhubung, yakni Gondang dan Kebontunggul. Aktivitas perdagangan dan mobilitas warga kembali normal.

Warga setempat mengaku manfaatnya langsung terasa. Akses yang sebelumnya terbatas kini terbuka penuh untuk kendaraan roda empat, mempercepat perjalanan dan distribusi barang.

Baca Juga  Khofifah-Emil Bakal Gelar Kampanye Akbar di Jember, Tampilkan Beragam Seni Budaya Jawa Timur

Peresmian Jembatan Bubak menandai pemulihan konektivitas wilayah Gondang sekaligus penguatan ekonomi lokal berbasis desa. Pemerintah daerah berharap infrastruktur ini menjadi pengungkit pertumbuhan UMKM serta pusat aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.***