Komisi X Apresiasi Sekolah Tetap Tatap Muka, Mendikdasmen Minta Dukungan Pemda

MAKLUMAT — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tatap muka di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kebijakan ini berjalan bersamaan dengan penerapan pola kerja fleksibel aparatur sipil negara (ASN) dan program efisiensi energi nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, pembelajaran langsung tetap menjadi prioritas karena karakter layanan pendidikan bergantung pada interaksi di kelas. “Pembelajaran tatap muka tetap prioritas. Sekolah juga kami dorong menerapkan perilaku hemat energi,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Pemerintah menerapkan skema work from home (WFH) bagi ASN satu hari dalam sepekan sebagai bagian dari transformasi budaya kerja nasional. Sektor pendidikan tidak termasuk dalam skema tersebut untuk kegiatan belajar mengajar, sehingga sekolah tetap beroperasi normal.

Kemendikdasmen menilai keberlangsungan pembelajaran tatap muka penting untuk menjaga stabilitas layanan pendidikan sekaligus mendukung pembentukan sumber daya manusia. Kegiatan non-akademik, seperti olahraga dan ekstrakurikuler, juga tetap berjalan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Pada saat yang sama, sekolah didorong berkontribusi dalam efisiensi energi. Langkah yang dilakukan antara lain pengaturan penggunaan listrik, pemanfaatan cahaya alami, serta pembiasaan perilaku ramah lingkungan di lingkungan sekolah.

Baca Juga  Komisi X Dukung Pembatasan Game Roblox: Lindungi Anak dari Risiko Digital

Program ini diperkuat melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang mendorong sekolah menjaga kebersihan, mengelola sampah, melakukan penghijauan, dan menggunakan sumber daya secara efisien. Lingkungan belajar yang sehat dinilai berpengaruh pada kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa.

Kemendikdasmen juga meminta dukungan pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, dan orang tua untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran serta mendukung kebijakan nasional di bidang energi dan ekonomi.

Fondasi Capaian Akademik

Kebijakan pemerintah ini mendapat apresiasi DPR. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menyatakan dukungan terhadap kebijakan tersebut. Ia menilai kehadiran penuh guru di sekolah menjaga kualitas pendidikan. “Tatap muka masih jadi fondasi capaian akademik dan pembentukan karakter,” kata anggota Fraksi PKS DPR RI tersebut, Rabu (1/4/2026).

Ia mengingatkan pengalaman pembelajaran daring menunjukkan keterbatasan pada pemahaman materi dan interaksi sosial. Karena itu, pembelajaran langsung perlu diperkuat dengan dukungan sistem yang memadai.

Kurniasih juga mendorong koordinasi antara Kemendikdasmen, Kementerian Agama, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan agar kebijakan berjalan konsisten di daerah. Selain itu, peningkatan sarana prasarana, pelatihan guru, digitalisasi layanan administrasi, serta evaluasi berkala dinilai perlu dilakukan untuk menjaga mutu pendidikan.

Baca Juga  Resmikan 11 AUM Senilai Rp8 Miliar, Abdul Mu'ti: Muhammadiyah Harus Hadir Memberi Solusi bagi Masyarakat

“Kebijakan ini sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia dalam visi Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.