Korban Tewas Gempa Filipina Tembus 37 Orang, Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi

korban tewas gempa filipina

MAKLUMAT — Jumlah korban tewas gempa Filipina berkekuatan magnitudo 7,8 terus bertambah. Hingga Selasa pagi (9/6/2026), Kantor Pertahanan Sipil Filipina (Office of Civil Defense/OCD) mencatat sedikitnya 37 orang meninggal dunia, sementara ribuan orang lainnya mengungsi.

Wakil Juru Bicara OCD Diego Agustin Mariano menjelaskan, empat korban meninggal berasal dari Region 11 atau Davao, sedangkan 33 korban lainnya berasal dari Region 12 atau SOCCSKSARGEN akronim dari South Cotabato, Cotabato, Sultan Kudarat, Sarangani dan General Santos.

“Data ini masih dalam proses validasi,” ujar Mariano seperti dilansir kantor berita Pemerintah Filipina (PNA). Otoritas Filipina menyebutkan, 18 korban meninggal masih diverifikasi di Provinsi Sarangani, 12 korban di Kota General Santos, dan tiga korban lainnya di South Cotabato.

Selain korban jiwa, laporan sebelumnya juga mencatat sedikitnya 144 orang mengalami luka-luka dan empat orang masih dinyatakan hilang. Gempa besar tersebut mengguncang kawasan Laut Sulawesi pada Senin (8/6) pukul 07.37 waktu setempat. Kota General Santos disebut menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mencatat hingga Selasa pukul 07.00 pagi telah terjadi 1.055 gempa susulan dengan kekuatan berkisar antara magnitudo 1,3 hingga 6,7.

Baca Juga  Surabaya Dilalui 2 Patahan Aktif, Pemkot Masifkan Edukasi dan Pelatihan Mitigasi

Pemerintah Filipina kini bekerja sama dengan pemerintah daerah di Sarangani untuk mempercepat distribusi bantuan dan penanganan korban terdampak.

OCD menyebutkan generator listrik dan pasokan bahan bakar akan dikirim ke sejumlah rumah sakit guna memastikan layanan medis tetap berjalan di tengah situasi darurat.

Butuh Bantuan

Sementara itu, Bureau of Customs (BOC) atau Bea Cukai Filipina menyatakan siap menyalurkan barang sitaan untuk membantu para korban gempa di Mindanao.

Deputi Kepala Staf BOC Chris Noel Bendijo mengatakan, Komisaris Ariel Nepomuceno telah memerintahkan seluruh pelabuhan mendata barang-barang yang dapat segera didonasikan. “Tujuannya agar masyarakat bisa langsung merasakan manfaat barang sitaan tersebut daripada terbuang sia-sia,” kata Bendijo.

Barang bantuan yang siap disalurkan meliputi pakaian, alas kaki, perlengkapan sekolah, tenda, hingga unit catu daya multifungsi bergerak. Selain itu, terdapat pula aset sitaan lain seperti produk minyak bumi, kendaraan, dan kapal.

BOC memastikan seluruh barang akan diserahkan secara resmi kepada instansi pemerintah, pemerintah daerah, dan organisasi mitra yang telah terakreditasi.

Di sisi lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Jalan Raya Filipina Vince Dizon turun langsung meninjau sejumlah fasilitas publik di General Santos City sehari setelah gempa terjadi.

Baca Juga  Korban Tewas Jadi 22 Orang, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Tanah Longsor Pekalongan

Beberapa lokasi yang diperiksa meliputi ruas Jalan General Santos City–T’boli–Surallah yang ambruk, Rumah Sakit Provinsi Sarangani, dan Rumah Sakit Dr. Jorge P. Royeca.

Pemerintah juga segera menyiapkan jalur alternatif di sekitar ruas jalan yang runtuh untuk menjaga konektivitas antardaerah. Selain melakukan asesmen struktur bangunan rumah sakit, tim DPWH turut melakukan pembersihan material longsor di sepanjang Jalan T’boli–Surallah.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ditemukan kerusakan struktural berat pada rumah sakit di General Santos City, kecuali beberapa bagian plafon yang rusak.***