MAKLUMAT — Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan memadati area nonton bareng (nobar) di halaman Masjid Baiturrahman Kemantren, Tulangan, Sidoarjo, mengikuti acara “Suara-Suara Baru Layar Paska V, Road to Layar Lokal Film Festival” yang digelar Sabtu malam (9/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Layar Paska V berkolaborasi dengan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Kemantren Tulangan, dan sejumlah pihak terkait itu menghadirkan suasana hiburan rakyat ala layar tancap yang pernah populer di tengah masyarakat desa.
Acara berlangsung meriah dengan kehadiran penonton dari berbagai usia, mulai anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Mereka tampak antusias mengikuti jalannya pemutaran film sambil duduk lesehan bersama keluarga dan teman-teman di pelataran masjid lokasi acara.
Penanggungjawab Layar Paska V, Andi Fikri, menjelaskan bahwa Layar Paska merupakan bagian dari program Layar Lokal yang selama ini menjadi agenda tahunan perfilman di Kabupaten Sidoarjo, sebagai bentuk pendekatan sinema kepada masyarakat desa yang masih memiliki keterbatasan terhadap akses hiburan film.
“Layar Paska ini hadir untuk mendekatkan sinema kepada masyarakat. Jadi kita mencoba jemput bola agar hiburan dan literasi film juga bisa dirasakan masyarakat desa,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebut bahwa kegiatan tersebut juga menjadi upaya menghidupkan kembali memori masyarakat terhadap budaya layar tancap yang dahulu ramai digelar di lapangan desa pada era 1990-an hingga awal 2000-an.
Putar Sejumlah Film
Dalam kegiatan Layar Paska V di Tulangan tersebut, sejumlah film diputar secara bergantian, di antaranya KTTT, Konslet, Serdadu Apel Emas, Pamit Ronda, dan Tokek. Film-film tersebut menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Suasana nobar semakin hidup ketika penonton beberapa kali tertawa dan memberikan tepuk tangan selama pemutaran film berlangsung. Di sela pergantian film, panitia juga mengadakan sesi interaksi dan pembagian doorprize yang dipandu MC. Antusiasme masyarakat terlihat ketika anak-anak dan remaja berebut menjawab pertanyaan dari panitia untuk mendapatkan hadiah.
Suasana hangat dan akrab terasa sepanjang acara berlangsung. Konsep kegiatan yang sederhana dan terbuka membuat masyarakat nyaman mengikuti acara hingga selesai. Banyak warga terlihat tetap bertahan sampai pemutaran film terakhir sambil menikmati suasana malam bersama keluarga dan tetangga sekitar.
Film: Hiburan dan Pesan Sosial
Menurut Andi Fikri, film tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana menyampaikan pesan sosial dan refleksi kehidupan sehari-hari kepada masyarakat.
“Film itu bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan. Ada pesan-pesan yang bisa diambil dan direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga ruang kebersamaan untuk menikmati film di lingkungan mereka sendiri. Kehadiran Layar Paska V sekaligus menjadi upaya mengakrabkan kembali budaya menonton bersama yang kini mulai jarang ditemui di tengah masyarakat.
Salah satu pengunjung, Raja, mengaku senang dengan adanya kegiatan nobar tersebut karena menghadirkan hiburan baru bagi masyarakat desa.
“Seru banget sih, apalagi jarang ada acara film kayak gini di desa. Jadi rame dan bisa nonton bareng teman-teman,” ujarnya usai acara.
Selain pemutaran film, kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan Tapak Suci yang turut menambah antusias penonton.
Sebagai informasi, kegiatan ini turut didukung oleh ASFIS, Program Pemajuan Perfilman dan Sinema, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, LPDP, serta kolaborasi bersama Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Kemantren, Tulangan, dan sejumlah media partner lainnya.
Melalui konsep nobar yang sederhana dan dekat dengan masyarakat, Layar Paska V berhasil menghadirkan suasana hiburan rakyat yang hangat, akrab, dan diminati berbagai kalangan masyarakat di Tulangan.












