MAKLUMAT — Lazismu Wilayah Bali bersama Bina UMK PCM Denpasar Selatan kembali menggelar Skill Development Program: Diklat Intensif Teknik Las (Welder) periode kedua tahun 2026. Setelah mengevaluasi pelaksanaan sebelumnya, penyelenggara membuat pelatihan kali ini lebih fokus dengan melibatkan 10 peserta.
Pelatihan berlangsung dalam lima kali pertemuan dengan materi teori dan praktik. Yugos Wiyanto menjadi fasilitator dalam pelatihan yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan yang membutuhkan keterampilan kerja.
Wakil Ketua PWM Bali yang membidangi Lazismu, Miftahnurrahman, mengatakan program keterampilan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat.
“Kita ingin Lazismu tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi juga hadir untuk membangun kemandirian. Harapannya, mustahik bisa naik kelas menjadi masyarakat yang mandiri, bahkan suatu saat mampu menjadi muzaki,” katanya.
Ketua Lazismu Wilayah Bali, Riza Putra, menjelaskan bahwa keterampilan dapat membuka peluang bagi peserta untuk mendapatkan pekerjaan atau mengembangkan usaha. Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan membuat dana zakat dan gerakan filantropi Muhammadiyah memberi manfaat dalam jangka panjang.
“Ketika seseorang memiliki skill, maka ada peluang untuk mendapatkan pekerjaan atau membangun usaha. Kami ingin dana zakat dan gerakan filantropi Muhammadiyah memiliki dampak jangka panjang melalui penguatan keterampilan,” ujarnya.
Ketua PCM Denpasar Selatan, Lila Rachmat Sudjatmika, menyambut kolaborasi tersebut. Ia mengatakan pemberdayaan masyarakat perlu disertai kemampuan dan kesempatan agar peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk bekerja atau mengembangkan usaha.
Ketua Panitia Fauluq Ulum menjelaskan, jumlah peserta pada periode kedua ditetapkan 10 orang setelah penyelenggara mengevaluasi pelaksanaan sebelumnya. Dengan jumlah tersebut, pendampingan dan praktik diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Selain teknik las, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Lazismu Bali dan Bina UMK PCM Denpasar Selatan juga menyampaikan apresiasi kepada Dewata Safety atas dukungan dan fasilitasi peralatan K3.
Melalui pelatihan ini, penyelenggara berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat digunakan sebagai bekal untuk bekerja atau mengembangkan usaha secara mandiri.
“Pada periode kedua ini pelatihan dibuat lebih fokus dan intensif. Dengan 10 peserta, kami berharap setiap peserta mendapatkan perhatian dan pengalaman praktik yang cukup untuk menjadi bekal setelah pelatihan,” jelasnya.
*) Penulis: M Habib Muzaki













