Mahasiswa KKN Umsida Latih Warga Wonoplintahan Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block

Mahasiswa KKN Umsida menggelar edukasi dan pelatihan pembuatan paving block berbahan limbah plastik di Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Ahad (2/8/2026). (Foto: KKN Umsida)

MAKLUMAT — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Kelompok 15 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar edukasi dan pelatihan pembuatan paving block berbahan limbah plastik di Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Ahad (2/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti anggota Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan warga Desa Wonoplintahan. Peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan sampah plastik, mulai dari proses pemilahan hingga pencetakan menjadi paving block.

Ketua KKN-T 15 Umsida, Lia Okky Sabrina, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan alternatif pengelolaan limbah plastik yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.

“Program ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya mahasiswa dalam mengenalkan alternatif pengelolaan limbah yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat,” katanya.

Selain membantu mengurangi volume sampah plastik, Lia menyebut bahwa hasil pengolahan sampah plastik tersebut juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Peserta kemudian mendapatkan penjelasan mengenai potensi pemanfaatan limbah plastik melalui proses pengolahan yang tepat.

“Setelah sesi edukasi, kami mengajak peserta mengikuti praktik pembuatan paving block secara langsung,” ujar Lia.

Pada sesi praktik, peserta diajak memilah sampah plastik yang akan digunakan sebagai bahan baku. Sampah tersebut kemudian dilelehkan dan dicampur dengan pasir sebelum dimasukkan ke dalam cetakan hingga membentuk paving block.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Umsida Gelar Workshop, Olah Belimbing Jadi Sabun Alami

Selama proses berlangsung, mahasiswa KKN mendampingi peserta sekaligus berdiskusi mengenai bahan, tahapan produksi, dan potensi pemanfaatan hasil olahan tersebut.

Lia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah plastik.

“Melalui inovasi ini, kami mengajak masyarakat untuk mulai memilah, mengumpulkan, dan memanfaatkan limbah plastik menjadi paving block yang kuat, fungsional, serta ramah lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“Kami harap program ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah, mengurangi pencemaran lingkungan, sekaligus membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular di masyarakat,” tuturnya.

Ketua Karang Taruna Desa Wonoplintahan, Candra, menyambut baik pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan itu memberikan pengalaman baru bagi pemuda dan masyarakat dalam memanfaatkan limbah plastik.

“Pelatihan ini memberikan pengalaman baru bagi kami. Ternyata sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi paving block yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi,” katanya.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat terus diterapkan dan dikembangkan bersama oleh Karang Taruna maupun masyarakat Desa Wonoplintahan.***

Baca Juga  DK3P Jatim Sebut Pengelolaan Sampah yang Buruk Bisa Jadi Dosa Jariyah

*) Penulis: Silfi