MAKLUMAT – Dukungan terhadap Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA (Kiai Asep) untuk menjadi Rais Aam Syuriah PBNU di Muktamar NU 2026 terus menguat. Sejumlah kiai dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) menilai Kiai Asep layak memegang posisi tertinggi dalam struktur keulamaan NU tersebut.
“Pertama, beliau berhasil membangun Pergunu secara luar biasa,” kata KH A Hasyim Asy’ari, yang dikutip, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, Kiai Asep menghidupkan kembali Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) sejak Muktamar ke-32 NU di Makassar tahun 2010. Organisasi tersebut sebelumnya vakum selama Orde Baru, akibat kebijakan loyalitas tunggal yang mematikan organisasi profesi guru selain PGRI.
Pasca reformasi, Kiai Asep membangun Pergunu dari nol, mendirikan cabang dan pimpinan wilayah Pergunu di seluruh Indonesia dengan biaya pribadi, tanpa dukungan pemerintah maupun pihak lain.
Selain itu, KH Hasyim menilai keberhasilan Kiai Asep dalam mengelola Pondok Pesantren Amanatul Ummah menjadi bukti kapasitas kepemimpinannya. Pesantren tersebut berkembang pesat dan kini menampung puluhan ribu santri.
“Banyak santri Amanatul Ummah diterima di perguruan tinggi negeri favorit dan kampus luar negeri, seperti Mesir, Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Tiongkok, hingga Australia,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski berasal dari Jawa Barat, Kiai Asep tumbuh dan berkiprah di Jawa Timur, sehingga memiliki pandangan dan pengaruh nasional.
Sementara itu, Ketua PW Pergunu Jawa Barat, Dr Saepulloh menilai Kiai Asep sebagai sosok ulama yang alim, berwawasan luas, serta dikenal dermawan dan mandiri.
“Beliau memiliki pemahaman mendalam dalam urusan keagamaan dan kapasitas moral yang kuat,” kata Saepulloh, yang akrab disapa Kang Ipul.
Kang Ipul juga menegaskan Kiai Asep merupakan putra KH Abdul Chalim Leuwimunding, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Faktor keilmuan, keteladanan, dan nasab keulamaan itu, menurutnya, semakin menguatkan kelayakan Kiai Asep untuk memimpin Syuriah PBNU.













