MAKLUMAT — Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jakarta terus berjalan. Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap mengguyur ibu kota. Hingga Ahad (18/1), Jakarta masih berada di bawah ancaman cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi.
Melalui BPBD Provinsi DKI Jakarta, Pemprov DKI melanjutkan OMC hari ketiga sebagai upaya menekan dampak hujan dan potensi banjir. Langkah ini diambil di tengah peringatan dini cuaca yang kembali dikeluarkan BMKG.
BMKG Pusat melalui layanan Nowcasting memperbarui peringatan dini pada Ahad (18/1) pukul 15.07 WIB. BMKG menyebut hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang masih berpotensi melanda wilayah Jabodetabek hingga pukul 18.30 WIB.
BMKG mencatat hujan berintensitas tinggi mulai turun sejak pukul 15.15 WIB di sejumlah wilayah Jakarta. Hujan tersebut berpotensi meluas ke hampir seluruh kawasan ibu kota dan daerah penyangga, meski OMC terus dilakukan.
Tiga Sorti, Awan Tetap Aktif
Pada hari ketiga pelaksanaan, OMC menggunakan tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Operasi ini melibatkan BPBD DKI Jakarta, BMKG, TNI Angkatan Udara, serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia.
Sorti pertama menyasar wilayah perairan Selat Sunda dan Ujung Kulon. Tim OMC berupaya meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta agar presipitasi terkonsentrasi di wilayah laut. Sebanyak 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) disemai pada ketinggian 11.000 kaki dengan target awan Cumulus.
Sorti kedua dilakukan di wilayah daratan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. Tim menyemai 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO) pada ketinggian sekitar 6.000 kaki untuk menurunkan intensitas hujan dari awan yang bergerak menuju Jakarta.
Pada sorti ketiga, penyemaian difokuskan di wilayah udara Kabupaten Tangerang. Tim menargetkan awan potensial pembentuk hujan dengan penyemaian CaO pada ketinggian 5.000–6.000 kaki.
Meski penyemaian dilakukan di beberapa titik strategis, BMKG menegaskan potensi hujan lebat masih kuat, terutama pada periode siang hingga sore hari.
“Potensi hujan lebat hari ini dominan terjadi pada siang sampai sore,” kata Direktur Operasional Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo.
Genangan Masih Terjadi
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengakui OMC membantu menekan dampak genangan, tetapi tidak sepenuhnya mampu mencegahnya.
“Tanpa Operasi Modifikasi Cuaca, jumlah wilayah yang tergenang hari ini bisa jauh lebih banyak,” ujar Isnawa.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan OMC Jumat dan Sabtu sebelumnya, petugas tidak menemukan genangan berarti. Namun, hujan yang berlangsung lama pada hari ketiga ini tetap memicu genangan di sejumlah titik.
BPBD DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU terus melakukan evaluasi harian untuk menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan yang paling efektif, seiring dinamika atmosfer yang masih aktif.
BPBD mengimbau warga Jakarta tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, kilat, petir, dan angin kencang. Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk mengurangi risiko genangan.***












