MAKLUMAT — Perdana Menteri (PM) Inggris Raya, Keir Starmer, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh, yang sekaligus bakal menanggalkan posisinya sebagai Perdana Menteri, Senin (22/6/2026).
Meski begitu, dalam pernyataannya di Downing Street, Starmer mengatakan akan tetap menjalankan tugas sebagai Perdana Menteri sementara hingga Partai Buruh memilih pemimpin baru dalam beberapa pekan ke depan.
“Saya akan tetap menjabat sebagai Perdana Menteri hingga persaingan (PM pengganti) selesai. Dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk memastikan penyerahan kekuasaan yang tertib,” ujar Starmer, dikutiip dari BBC.
Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya tekanan dari internal Partai Buruh yang mempertanyakan kemampuannya memimpin partai menuju Pemilu berikutnya.
Dikutip dari ASsociated Press, Starmer dalam pidatonya mengaku telah menerima penilaian partai terkait kepemimpinannya. “Partai saya mempertanyakan apakah saya adalah sosok yang tepat memimpin kami dalam pemilu selanjutnya,” katanya.
“Saya telah mendengar jawaban dari partai parlementer saya tentang pertanyaan itu dan saya menerima jawabannya dengan besar hati,” sambung Starmer.
6 PM Mundur dalam Satu Dekade
Pengunduran diri Keir Starmer menambah panjang daftar Perdana Menteri Inggris yang mengundurkan diri dalam satu dekade terakhir. Ia adalah Perdana Menteri keenam yang mundur. Sebelumnya, David Cameron, Theresa May, Boris Johnson, Liz Truss, serta Rishi Sunak, juga mengundurkan diri dari posisi tersebut.
Starmer sendiri tercatat telah menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris sejak membawa Partai Buruh meraih kemenangan telak pada Pemilu 2024. Namun, popularitas pemerintahannya dan Partai Buruh terus menurun dalam dua tahun terakhir.
Pemerintah dinilai menghadapi kesulitan dalam memenuhi sejumlah janji kampanye, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperbaiki layanan publik, serta mengurangi beban biaya hidup masyarakat.
Selain itu, Starmer juga menghadapi sejumlah kontroversi politik, termasuk sorotan tajam atas penunjukan Peter Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS), sosok yang diketahui memiliki rekam jejak kontroversial dan berteman dengan Jeffrey Epstein.
Andy Burnham Mencuat sebagai Calon Pengganti
Pengunduran diri Starmer membuka jalan bagi proses pemilihan pemimpin baru Partai Buruh.
“Saya akan meminta Komite Eksekutif Nasional Partai Buruh untuk menetapkan jadwal dengan pembukaan nominasi pada tanggal 9 Juli dan selesai sebelum reses musim panas. Jika terjadi persaingan, ini akan memastikan pemimpin baru telah menjabat sebelum Parlemen kembali pada bulan September,” kata Starmer, dilansir dari BBC.
Di sisi lain, sejumlah laporan media Inggris menyebut mantan Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menggantikannya.
Burnham sendiri seiring disebut sebagai “King of the North” alias Raja Wilayah Utara, politisi senior Partai Buruh. Sesaat sebelum pidato pengunduran diri Starmer di Downing Street, Burnham disebut telah mengonfirmasi bahwa ia akan maju dalam bursa pencalonan pemimpin partai dan Perdana Menteri Inggris berikutnya.













