MAKLUMAT — Rekam jejak Bupati Cilacap Dr. Syamsul Auliya Rachman, S.STP., M.Si., menjadi sorotan setelah kena OTT KPK menjelang Lebaran. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa informasi penangkapan politikus PKB itu. “Benar,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi mengenai OTT tersebut, Jumat (13/3/2026).
Fitroh belum bisa menjelaskan secara terperinci siapa saja pihak yang ikut terjaring dalam operasi tersebut. Dalam prosedur KPK, penyelidik memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang diamankan. Mereka yang terjaring masih berstatus sebagai terperiksa. Laman Pemkab Cilacap menyebut, Syamsul Auliya Rachman merupakan sosok birokrat yang kemudian bertransformasi menjadi politisi. Ia adalah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menapaki karier pemerintahan dari level teknis hingga pucuk pimpinan daerah.
Latar belakang pendidikannya berasal dari sekolah kepamongprajaan. Gelar S.STP menunjukkan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), lembaga pendidikan yang mencetak aparatur pemerintahan di Indonesia. Pendidikan tersebut dilanjutkan hingga meraih gelar Magister (M.Si.) dan Doktor (S-3).
Karier dari Kecamatan hingga Pendopo
Karier birokrasi Syamsul dimulai dari posisi yang relatif teknis di pemerintahan daerah. Pada 2012, ia menjabat sebagai Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) di Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap. Posisi ini menempatkannya di garis depan pelayanan masyarakat, terutama dalam urusan ketertiban dan keamanan wilayah.
Setahun kemudian, pada 2013, ia dipercaya menjadi Kepala Sub Bagian Otonomi Daerah dan Kerjasama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Jabatan tersebut berkaitan dengan pengelolaan tata pemerintahan daerah serta hubungan kerja sama antar lembaga.
Pengalaman birokrasi itu kemudian menjadi pijakan bagi langkahnya memasuki arena politik lokal. Syamsul maju dalam kontestasi Pilkada Cilacap dan terpilih sebagai Wakil Bupati pada periode 2017–2022.
Sebagai wakil kepala daerah, ia bertugas mendampingi bupati dalam menjalankan roda pemerintahan sekaligus melakukan koordinasi berbagai program pembangunan daerah.
Dari Wakil Bupati ke Kursi Bupati
Karier politik Syamsul berlanjut ketika ia kemudian menduduki posisi Bupati Cilacap. Jabatan ini menjadikannya sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan daerah di kabupaten terbesar di Jawa Tengah bagian selatan tersebut. Namun perjalanan politiknya kini mendapat sorotan tajam setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap dirinya menjelang Hari Raya Idulfitri.
Hingga kini, publik masih menunggu penjelasan resmi dari KPK mengenai konstruksi perkara serta dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat kepala daerah tersebut. Kasus ini kembali menambah daftar kepala daerah yang tersangkut perkara korupsi melalui operasi tangkap tangan lembaga antirasuah. Perkembangan penyelidikan dan detail perkara yang menjerat Bupati Cilacap tersebut masih terus bergulir.***













