MAKLUMAT – PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda telah mengoperasikan unit RPH Tambak Osowilangun sejak 1 Juni 2026 lalu. Operasional ini tidak banyak menemui kendala dalam hal distribusi daging sapi untuk konsumsi masyarakat.
Menurut Direktur Utama RPH Surabaya Perseroda, Fajar A.Isnugroho bahwa distribusi daging masih berjalan ke Pasar Arimbi. Begitu juga dengan sejumlah pasar tradisional masih berjalan mulus.
Catatan yang ia miliki dari operasional RPH Tambak Osowilangun adalah ketersediaan air bersih, railing system, dan elevasi. “Kebutuhan air dalam jumlah banyak untuk membersihkan jerohan dan babatan,” kata Fajar, dikutip Kamis (18/6/2026).
Dalam dua pekan ini RPH Tambak Osowilangun kekurangan air lantaran tandon yang dimiliki kapasitasnya terbatas. Fajar menjelaskan kebutuhan air untuk RPH Tambak Osowilangun mencapai 50.000 liter per hari sedangkan saat ini masih 20.000 liter.
Di awal operasional, RPH Tambak Osowlangun memanfaatkan air sumur dan air dari PDAM. Namun air sumur mengandung garam dan diperkirakan bisa merusak kualitas jerohan maupun babatan.
Hal ini yang membuat RPH Tambak Osowilanggun memutuskan memakai air dari PDAM. Solusi yang tengah disiapkan memaksimalkan tandon milik RPH. Besarnya kebutuhan air bersih dari PDAM tidak lepas dari jumlah sapi yang dipotong di RPH Tambak Osowilangun.
“Saat ini kami menampung 80 ekor sapi local dam 150 sampi impor. Memang di awal operasional hanya beberapa ekor saja yang ditmapung,” lanjut mantan jurnalis televisi ini.
Persoalan lain adalah elevasi untuk memaksimalkan pembuangan agar darah dan kotoran bisa langsung masuk ke parit. Keluhan ini disampaikan juru sembelih yang kerap memicu genangan di lantai. “Kalau jumlah pemotongan sapi berbarengan, agak menyulitkan,” ujarnya menambahkan.
Adapun soal railing atau rel gantung untuk memindahkan daging hewan kerap macet saat digunakan. Namun demikian, ia memastikan, permasalahan-permasalahan tersebut bisa segera diatasi dalam waktu satu setengah bulan ke depan.
“Ke depan akan kami cari solusinya. Secara keseluruhan RPH Tambak Osowilanggun sudah bisa beroperasi dengan baik,” pungkas Fajar.
Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pembenahan, perbaikan, dan penyempurnaan sarana serta prasarana secara bertahap.












