MAKLUMAT — Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad), Muhammad Syarifudin, resmi meraih gelar doktor. Ia lulus dalam ujian terbuka promosi doktor di Pascasarjana UIN Walisongo Semarang. Syarifudin memperoleh predikat memuaskan dengan IPK 3,71.
Disertasi yang diujikan berjudul Strategi Dakwah Majelis Ilmu dan Dzikir Ar Raudhah dalam Kontestasi Islam di Kota Surakarta. Disertasinya itu disusun dari penelitian mengenai persaingan internal antar kelompok Muslim yang muncul dari perbedaan ideologi, budaya, dan cara pandang keilmuan. “Lega dan syukur. Semoga ilmu ini bermanfaat,” ujar Syarifudin.
Penelitian tersebut mengkaji bagaimana kontestasi Islam berlangsung dalam bentuk dakwah, praktik ritual, hingga aktivitas di media digital. Syarifudin menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif.
Ia menemukan kontestasi terjadi di berbagai ruang, mulai dari arena ideologis, ruang publik keagamaan, hingga media digital. Dalam konteks itu, Majelis Ilmu dan Dzikir Ar Raudhah memilih pendekatan non-konfrontatif.
“Strateginya berbasis penguatan spiritual, keteladanan akhlak, dan pemanfaatan media digital secara persuasif,” katanya.
Menurut Syarifudin, pendekatan tersebut membangun pengaruh kultural dan simbolik secara damai dalam masyarakat yang beragam. Model ini ia sebut sebagai bentuk dakwah sufistik urban yang relevan dengan kondisi sosial saat ini.
Rektor Ummad, Prof. Sofyan Anif, menyatakan peningkatan jumlah dosen bergelar doktor menjadi bagian dari penguatan kualitas akademik kampus. “Kualitas dosen terus kami tingkatkan agar layanan akademik semakin baik,” ujarnya.













