MAKLUMAT — Ajang akbar Piala Dunia 2026 bakal resmi dibuka pada 11 Juni 2026 waktu setempat, 12 Juni 2026 waktu Indonesia. TVRI menjadi satu-satunya pemegang hak siar resmi turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut untuk wilayah Indonesia.
Terkait hal tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mendorong supaya TVRI, RRI, dan LKBN Antara supaya memperluas akses penyiaran dan informasi Piala Dunia 2026 hingga ke pelosok-pelosok daerah, sehingga seluruh masyarakat tanah air dapat ikut menikmati ajang tersebut.
TVRI sebagai pemegang hak siar, menurut Saleh, perlu memastikan kualitas jangkauan siaran hingga ke wilayah yang masih mengalami kendala penerimaan sinyal. Ia mengatakan Komisi VII DPR RI telah meminta percepatan perbaikan layanan di sejumlah daerah, termasuk kawasan Indonesia timur.
“Kalau di tempat-tempat yang channel-channel TVRI-nya belum bersih itu kita sebetulnya sudah kasih kesempatan kepada TVRI untuk membersihkannya, untuk mengatur dan memperbaiki,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, dikutip laman resmi DPR RI pada Selasa (9/6/2026).
Saleh berharap TVRI dapat memperluas jangkauan layanan melalui kerja sama dengan saluran yang telah tersedia di berbagai daerah. Menurutnya, langkah tersebut sangat penting supaya masyarakat yang memiliki keterbatasan akses tetap dapat menyaksikan pertandingan Piala Dunia.
“Diharapkan bekerja sama dengan saluran-saluran yang sudah tersedia. Mungkin dia sewalah atau apalah itu, kita sudah minta,” tandasnya.
Siaran RRI untuk Piala Dunia 2026
Selain TVRI, Saleh juga mendorong RRI untuk menghadirkan informasi seputar Piala Dunia 2026, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil maupun penyandang disabilitas netra. Menurutnya, siaran radio masih memiliki fungsi penting untuk menjangkau masyarakat yang tidak dapat menikmati tayangan visual.
“RRI ini sangat diharapkan untuk membantu masyarakat kita untuk mengikuti siaran Piala Dunia. Bagi mereka yang tidak bisa melihat atau yang kekurangan penglihatan dan lain sebagainya, mereka kan tetap butuh mengetahui perkembangan apa yang terjadi dalam konteks olahraga ini,” jelasnya.
Saleh menilai, kolaborasi antara TVRI, RRI, dan LKBN Antara diperlukan untuk memperluas akses informasi sekaligus memastikan layanan publik dapat berjalan optimal selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
“Dengan begitu semua orang di Indonesia tidak ada yang ketinggalan. Semua orang di Indonesia boleh untuk bergembira,” tandas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PAN itu.
Format dan Negara Peserta Piala Dunia 2026
Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 akan dilangsungkan di tiga negara sekaligus sebagai tuan rumah, yaitu Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. Pembukaan bakal berlangsung pada 11 Juni 2026 waktu setempat atau 12 Juni 2026 waktu Indonesia, yang dibuka dengan laga Meksiko melawan Afrika Selatan di Grup A pada pukul 02.00 dini hari WIB.
Pada edisi Piala Dunia 2026 kali ini, FIFA sekaligus untuk pertama kalinya mengimplementasikan format 48 negara peserta yang terbagi dalam 12 grup, sehingga fase yang dijalankan lebih panjang dan lebih banyak pertandingan—total 104 pertandingan.
Berikut daftar negara peserta Piala Dunia 2026 berdasarkan pembagian grup:
Grup A: Meksiko (tuan rumah), Afrika Selatan, Korea Selatan, Republik Ceko
Grup B: Kanada (tuan rumah), Bosnia-Herzegovina, Qatar, Swiss
Grup C: Haiti, Skotlandia, Brasil, Maroko
Grup D: Amerika Serikat (tuan rumah), Paraguay, Australia, Turki
Grup E: Pantai Gading, Ekuador, Jerman, Curacao
Grup F: Belanda, Jepang, Swedia, Tunisia
Grup G: Belgia, Mesir, Iran, Selandia Baru
Grup H: Spanyol, Cape Verde, Arab Saudi, Uruguay
Grup I: Prancis, Senegal, Norwegia, Irak
Grup J: Argentina, Aljazair, Austria, Yordania
Grup K: Portugal, Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, Kolombia
Grup L: Inggris, Kroasia, Ghana, Panama













