Video Siswi Korban Laka Aktivasi Rekening PIP Viral, BNI: Bukan Arahan Petugas

MAKLUMAT — Video seorang siswi penerima Program Indonesia Pintar (PIP) yang datang ke Kantor Cabang BNI Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien menjadi sorotan di media sosial. Narasi yang menyertai video menyebut sang siswi yang masih dalam kondisi sakit itu harus hadir langsung ke bank untuk mengaktifkan rekening PIP. Hal ini memicu kritik terhadap prosedur pelayanan perbankan bagi penerima bantuan pendidikan.

Video tersebut mulai beredar pada Kamis (23/7/2026) dan dengan cepat menyita perhatian publik. Dalam rekaman yang beredar, siswi korban kecelakaan itu tampak berada di atas tempat tidur pasien saat berada di kantor cabang BNI. Hingga kini identitas siswi tersebut belum dipublikasikan karena masih berstatus anak. Sejumlah warganet mempertanyakan apakah kehadiran siswa di kantor cabang merupakan persyaratan yang tidak dapat dikecualikan.

Menanggapi hal ini, Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyatakan turut prihatin atas kondisi siswi dan keluarganya serta memastikan proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP telah diselesaikan.

“Kami telah membantu menyelesaikan seluruh proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa yang bersangkutan. Petugas BNI mendampingi keluarga dalam setiap tahapan hingga seluruh proses berhasil dituntaskan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (24/7/2026).

Baca Juga  Dana Raksasa Rp200 Triliun Masuk Himbara, Waspada Aset Terlantar & Kredit Macet!

Menurut Okki, sejak awal petugas telah menjelaskan kepada keluarga bahwa proses pendaftaran dan aktivasi rekening tidak perlu dilakukan secara tergesa-gesa. Masa pelaksanaan aktivasi rekening PIP masih berlangsung hingga akhir 2026 sehingga keluarga disarankan menunggu hingga kondisi kesehatan siswi membaik.

Okki mengatakan, ketika keluarga kembali ke kantor cabang pada hari yang sama untuk melanjutkan proses aktivasi, petugas menyampaikan bahwa siswi tidak perlu turun dari ambulans apabila kondisinya belum memungkinkan masuk ke dalam kantor cabang.

“Kehadiran siswa menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien bukan atas permintaan maupun arahan petugas BNI. Sebelumnya, keluarga telah memperoleh penjelasan bahwa proses aktivasi masih dapat dilakukan sesuai dengan batas waktu yang tersedia,” kata Okki.

Ia menambahkan, petugas tetap memberikan pendampingan kepada keluarga hingga seluruh persyaratan terpenuhi dan proses aktivasi rekening selesai dilakukan.

BNI juga menyatakan telah memiliki mekanisme pelayanan bagi nasabah dengan kondisi kesehatan atau kebutuhan khusus. Apabila diperlukan, layanan dapat dikoordinasikan melalui pengaturan dan janji temu sebelumnya sehingga petugas dapat menyesuaikan bentuk pelayanan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketentuan verifikasi.

“Untuk nasabah dengan kondisi tertentu, keluarga dapat terlebih dahulu berkoordinasi dengan kantor cabang agar bentuk pelayanan yang paling sesuai dapat dipersiapkan. Langkah ini penting agar proses layanan tetap berjalan aman, nyaman, dan tetap memenuhi ketentuan yang berlaku,” jelas Okki.

Baca Juga  BNI Buka Presale Andrea Bocelli, Nasabah Dapat Diskon Tiket hingga 20 Persen