MAKLUMAT — Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi meminta kader menjaga loyalitas dan disiplin terhadap partai. Dia mengkritik kader yang berpindah partai setelah memperoleh jabatan politik.
“Kita telah menghibahkan waktu, tenaga, pikiran buat PAN. Semua telah memilih dan menetapkan PAN sebagai wadah untuk perjuangan politik, pengabdian pada rakyat, dan tempat untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Viva Yoga dalam Cadre Acceleration Program (CAP) bertema “Pembelajaran Ideologi dan Doktrin Kepartaian” yang digelar DPW PAN Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Sabtu (12/9/2026).
Menurut dia, kader yang telah memilih PAN sebagai wadah perjuangan politik harus bertanggung jawab terhadap keberlangsungan partai. “Tuhan akan memberikan berkah apabila manusia berada pada jalan kesetiaan. Dengan kesetiaan inilah akan mendongkrak kursi dan suara partai,” lanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut, Viva Yoga juga meminta kader, pengurus, simpatisan, dan relawan memahami organisasi serta ideologi PAN. Hal itu termasuk bagi kader yang menjabat sebagai kepala atau wakil kepala daerah.
Ia meminta kader dan pengurus menjaga koordinasi serta kedisiplinan organisasi. “Tidak boleh ada konflik. Kader dan pengurus harus disiplin,” tegasnya.
Viva Yoga juga meminta PAN di Lampung meningkatkan kinerja politik dan organisasi. Ia menyebut Ketua Umum PAN sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berasal dari Lampung. “PAN se-Lampung juga harus menunjukkan kinerja politik dan organisasi yang bagus,” ujarnya.
Jejak Politik Viva Yoga
Viva Yoga berdiri pada posisi etik yang cukup untuk melontarkan kritik tersebut. Dia punya rekam jejak panjang di PAN dengan memulai karier politik pada 2000 sebagai Ketua Departemen Perencanaan, Monitoring, dan Pengendalian Pemenangan Pemilu DPP PAN.
Ia kemudian menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Badan Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan DPP PAN pada 2005–2010 dan memimpin Badan Pemenangan Pemilu DPP PAN Wilayah Jawa Timur hingga 2015. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum PAN hingga saat ini.
Viva Yoga terpilih sebagai anggota DPR RI melalui PAN pada Pemilu 2009 dan kembali menjadi anggota DPR pada Pemilu 2014. Selama di DPR, ia bertugas di Komisi IV. Pada pemerintahan Prabowo-Gibran, Viva Yoga ditunjuk sebagai Wakil Menteri Transmigrasi. Ia mendampingi Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Daftar Kader Kutu Loncat PAN
Lebih dari itu, seruan Viva Yoga agar kader menjaga kesetiaan kepada partai juga memiliki konteks dalam perjalanan PAN. Sejumlah kader yang pernah menjadi kepala daerah, wakil kepala daerah, atau maju dalam pilkada tercatat kemudian meninggalkan PAN dan bergabung dengan partai lain.
Salah satu nama yang menonjol adalah Dede Yusuf. Ia membangun karier politik nasional melalui PAN dan menjadi anggota DPR periode 2004–2009. Dede kemudian terpilih sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat mendampingi Ahmad Heryawan untuk periode 2008–2013. Di tengah masa jabatannya, Dede meninggalkan PAN dan bergabung dengan Partai Demokrat. Pada Pilkada Jawa Barat 2013, ia maju sebagai calon gubernur melalui Demokrat. Ketua Umum PAN saat itu, Hatta Rajasa, mengatakan perpindahan Dede berkaitan dengan keinginannya maju sebagai calon gubernur.
Jejak serupa terdapat pada Nasrul Abit. Politikus Sumatera Barat itu pernah menjadi kader PAN dan terpilih sebagai Bupati Pesisir Selatan. Dalam perjalanan politik berikutnya, Nasrul meninggalkan PAN dan bergabung dengan Partai Demokrat. Kariernya kemudian berlanjut hingga menjadi Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2016–2021.
Nama lain adalah Irwan Nasir. Posisinya di PAN bahkan berada pada level kepemimpinan daerah karena pernah memimpin DPW PAN Riau. Irwan juga menjabat Bupati Kepulauan Meranti selama dua periode, 2010–2015 dan 2016–2021. Dalam perjalanan politiknya, ia meninggalkan PAN dan kemudian tercatat bergabung dengan partai lain, termasuk NasDem dan PKB.
Lucky Hakim juga pernah berkarier melalui PAN. Ia pernah dicalonkan sebagai Wakil Wali Kota Bekasi dan kemudian menjadi anggota DPR RI periode 2014–2019 dari PAN. Lucky mengundurkan diri dari PAN pada 2018 dan bergabung dengan NasDem. Karier politiknya kemudian berlanjut di Indramayu. Ia terpilih sebagai Wakil Bupati Indramayu pada Pilkada 2020 dan kemudian menjadi Bupati Indramayu melalui Pilkada 2024.
Perpindahan kader yang berkaitan dengan jabatan kepala daerah sebenarnya sudah menjadi perhatian PAN sejak lama. Pada 2010, Wakil Ketua Umum PAN saat itu, Dradjad Wibowo, pernah mengingatkan calon kepala daerah yang diusung PAN agar tidak meninggalkan partai setelah terpilih. Peringatan tersebut muncul setelah PAN menghadapi pengalaman calon yang mendapat dukungan partai dalam pilkada kemudian berpindah ke partai lain setelah memperoleh jabatan.
Karena itu, pernyataan Viva Yoga di Lampung pada September 2026 bukan berdiri tanpa konteks. Ketika ia menyinggung kader yang telah menjadi kepala daerah dan memimpin DPW tetapi kemudian berpindah partai, PAN memiliki sejarah panjang menghadapi perpindahan kader yang telah memperoleh jabatan politik maupun mengikuti kontestasi kepala daerah.














