MAKLUMAT — Wakil Bupati Mojokerto dr Muhammad Rizal Octavian mengapresiasi kemajuan serta inovasi dan kontribusi Muhammadiyah bagi umat dan bangsa, seperti program kurban kaleng RendangMu, hingga yang terbaru berupa inovasi platform data terintegrasi berbasis website Satu Data Muhammadiyah alias SatuMu.
Hal itu ia sampaikan ketika menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi SatuMu yang dilaksanakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Mojokerto dan PDM Kota Mojokerto di Pendopo Wakil Bupati Mojokerto, Ahad (2/8/2026).
SatuMu sendiri merupakan platform digital terpadu yang dirancang oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah bersama tim LabMu (Muhammadiyah Software Labs), yang mengintegrasikan seluruh data warga, keanggotaan, iuran, hingga manajemen organisasi secara nasional dari tingkat pusat sampai ke ranting.
“Kami mengapresiasi banyak inovasi-inovasi dari Muhammadiyah yang sangat bermanfaat. Seperti misalnya kalau pada waktu kurban yang lalu sebagian dirupakan kayak sarden-sarden atau makanan kaleng siap saji rendangmu, sehingga bisa dimanfaatkan lebih luas,” ujarnya.
“Jadi banyak inovasi Muhammadiyah, sekarang menginisiasi adanya satu data Muhammadiyah atau SatuMu yang menjadi pusat data yang terintegrasi dengan berbagai fitur layanan,” sambung Rizal.
Menurut Rizal, platform data terintegrasi secara digital seperti SatuMu merupakan inovasi yang penting dan bisa menjadi pelopor ataupun contoh bagi organisasi-organisasi lain untuk turut melakukan transformasi digital terhadap seluruh data kader dan keorganisasian.
“SatuMu ini bisa menjadi pelopor untuk organisasi-organisasi yang lainnya. Kehadiran SatuMu diharapkan mampu memperkuat Muhammadiyah sebagai organisasi modern yang tertib administrasi, transparan, dan memiliki dampak bagi umat,” tandasnya.
Lebih lanjut, Rizal menegaskan dukungannya terhadap penyelenggaraan Bimtek dan Sosialisasi SatuMu di wilayah Mojokerto Raya. Menurutnya, hal tersebut dapat mendorong tata kelola organisasi menjadi semakin baik, yang tentu juga secara tidak langsung bakal berdampak terhadap kontribusi organisasi bagi umat dan bangsa, termasuk bagi pembangunan daerah.
“Kami yakin kegiatan ini (Bimtek dan Sosialisasi SatuMu) bertujuan positif untuk mendorong perubahan tata kelola organisasi dari sistem manual menuju sistem digital terpadu,” ucapnya disambut tepuk tangan warga Muhammadiyah Kabupaten dan Kota Mojokerto yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Tak cuma itu, Rizal juga menekankan bahwa penghimpunan data yang akurat sangat penting dalam tata kelola organisasi, sehingga dapat melakukan pemetaan potensi wilayah dengan baik, hingga mengoptimalkan pemanfaatan iuran keanggotaan melalui berbagai kegiatan dan program yang berdampak bagi kemaslahatan umat.
“Data yang akurat menjadi basis penting untuk pemetaan potensi wilayah, distribusi kader, dan optimalisasi iuran anggota,” tandasnya.
“Transformasi tata kelola digital bukan sekadar perubahan sistem, melainkan ikhtiar strategis untuk memperkuat tertib organisasi, akurasi data, serta pelayanan kepada anggota,” pungkas Rizal.
Sebelumnya, Ketua PDM Kabupaten Mojokerto Dr Nurwidji MSi menegaskan pentingnya kegiatan Bimtek dan Sosialisasi SatuMu tersebut, sebagai langkah transformasi digital sekaligus penertiban administrasi dan tata kelola organisasi Muhammadiyah yang terintegrasi dari level pusat hingga ranting.
Kegiatan Bimtek dan Sosialisasi tersebut diharapkan dapat memastikan para agen dan verifikator SatuMu di tingkat daerah, cabang, dan ranting sehingga betul-betul mampu melakukan pendataan organisasi hingga ke struktur paling bawah secara mandiri.
Kegiatan Bimtek dan Sosialisasi SatuMu di Mojokerto tersebut dipaparkan dan dibimbing langsung oleh Tim Percepatan SatuMu PWM Jawa Timur, yang menjelaskan transformasi digital Muhammadiyah melalui adanya Muhammadiyah ID (M-ID), aplikasi MASA, serta platform SatuMu.














