23 Anggota TNI Diduga Hilang Akibat Longsor Cisarua Bandung Barat, Pencarian Terkendala Hujan

Bencana tanah longsor menerjang Kampung Pasir Kuning, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, yang mengakibatkan puluhan rumah warga rusak. (Foto: tangkapan layar)

MAKLUMAT — Sebanyak 23 anggota TNI diduga ikut hilang dalam bencana tanah longsor di Kampung Babakan Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026).

Meski begitu, Kodam III/Siliwangi mengaku masih menelusuri informasi itu dan melakukan konfirmasi di lapangan. Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut.

“Terkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,” kata Mahmuddin dikutip dari Antara, Sabtu (24/1/2026).

Pencarian Terus Dilakukan

Lebih lanjut, Mahmuddin menegaskan bahwa proses pencarian seluruh korban bencana tersebut tetap dilakukan, kendati menghadapi tantangan dan kendala, terutama terkait cuaca dan kondisi medan di lapangan yang cukup sulit.

“Kami akan terus melakukan pencarian (korban). Namun, saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,” jelasnya.

Tak cuma itu, ia menyebut bahwa jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah yang mencapai sekitar dua kilometer, menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses evakuasi.

Baca Juga  RSUD Muda Sedia Bangkit Pascabanjir, Enam Operasi Berhasil Dilakukan dalam Sehari

Evakuasi dan Data Korban

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB Sabtu (24/1/2026), bencana tanah longsor tersebut mengakibatkan delapan korban jiwa, 83 warga masih hilang dan tengah dalam pencarian, serta 23 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Para korban yang selamat telah berhasil dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan TNI, Polri, BPBD, maupun para relawan juga masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik untuk melanjutkan proses evakuasi dan pencarian.

Akibat bencana tersebut, total warga terdampak tercatat sekitar 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga, serta sedikitnya 20 rumah tertimbun material longsor dan mengalami kerusakan.