Apa yang Terjadi di Punjab Pakistan? 900 Orang Tewas dalam 8 Bulan

Polisi Punjab Pakistan

MAKLUMAT — Lebih dari 900 orang tewas dalam operasi polisi di Punjab, Pakistan, hanya dalam delapan bulan. Laporan terbaru kelompok HAM menyebut kematian tersebut bukan sekadar baku tembak, tetapi diduga bagian dari praktik pembunuhan di luar hukum oleh unit khusus kepolisian.

Human Rights Commission of Pakistan (HRCP) dalam laporan yang dirilis 17 Februari 2026 mencatat sedikitnya 924 tersangka tewas dalam 670 insiden “encounter” sejak April hingga Desember 2025. Periode itu bertepatan dengan pembentukan Crime Control Department (CCD), unit yang dibentuk pemerintah provinsi untuk memberantas kejahatan terorganisir.

HRCP menilai pola operasi CCD menunjukkan indikasi kebijakan sistematis. Banyak laporan polisi menggunakan narasi hampir identik: tersangka disebut bergerak mencurigakan, menembak lebih dulu, lalu tewas ditembak polisi sementara rekannya kabur dalam gelap.

Lonjakan kematian ini jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya. Melansir laporan Al Jazeera, sepanjang 2024, total tersangka tewas dalam encounter di Punjab dan Sindh hanya 341 orang. Dalam waktu kurang dari setahun, angka di Punjab saja melonjak hampir tiga kali lipat.

Sejumlah keluarga korban juga mengaku mendapat tekanan agar segera menguburkan jenazah tanpa autopsi independen. Bahkan ada yang mengklaim menerima ancaman setelah mengajukan gugatan hukum.

Pemerintah Punjab membantah tudingan tersebut. Kepolisian menyatakan operasi berbasis intelijen berhasil menurunkan kejahatan lebih dari 60 persen dan membongkar jaringan kriminal besar.

Namun aktivis HAM menegaskan penurunan kejahatan tidak boleh dijadikan alasan mengabaikan proses hukum. Mereka memperingatkan praktik kekerasan negara yang dibiarkan bisa meluas dan mengancam warga sipil.***