Sambut Musycab XXXVI, IMM UINSA Terbitkan Naskah Akademik Bertajuk “Lima Langkah”

Sambut Musycab XXXVI, IMM UINSA Terbitkan Naskah Akademik Bertajuk “Lima Langkah”

MAKLUMAT — IMM UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) kembali mengeluarkan naskah akademik pada gelaran Musyawarah Cabang (Musycab) XXXVI PC IMM Kota Surabaya. Kali ini, naskah akademik tersebut bertajuk Lima Langkah.

Musycab XXXVI PC IMM Kota Surabaya sendiri berlangsung di SD Muhammadiyah 4 Surabaya pada Sabtu-Ahad (24-25/1/2026). Ajang ini menjadi momen krusial regenerasi kepemimpinan dan evaluasi arah gerak organisasi untuk satu periode ke depan.

Tahun lalu, IMM UINSA telah mengeluarkan naskah serupa dalam momen Musycab. Kini, naskah serupa kembali dilanjutkan sebagai wujud penarasian gagasan. Ketua Koordinator Komisariat (Koorkom) IMM UINSA, Nirzam Fahruh Irgy menjelaskan bahwa naskah akademik ini sebagai wujud interpretasi kritis terhadap gerak pimpinan ke depan.

“Aktualisasi dari gagasan tersebut dipresensikan melalui sebuah formulasi kebijakan yang disebut “5 Langkah”. Instrumen ini merupakan perwujudan dari konsolidasi ide yang disusun secara sistematis berdasarkan isu-isu prioritas,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan bahwa Musycab pada hakikatnya bukan sekadar seremoni suksesi kepemimpinan periodik. Lebih dari itu, Musycab adalah forum konsolidasi intelektual strategis untuk merumuskan ulang peta jalan organisasi.

“Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab intelektual kader dalam menerjemahkan tantangan zaman menjadi peluang bagi penguatan institusi,” tegasnya.

Baca Juga  Pimpin FOKAL IMM UINSA, Mukayat Al Amin Tekankan Adaptasi Kader di Tengah Realitas Pragmatis

Lima Langkah

Naskah akademik yang bertajuk Lima Langkah ini membicarakan lima masalah utama yang dihadapi PC IMM Kota Surabaya beserta solusi yang ditawarkan. Adapun kelima isu yang diangkat adalah identitas organisasi, fungsi organisasi, manajemen dan administrasi, penyikapan isu, serta digitalisasi.

Dalam hal identitas organisasi, IMM UINSA menilai bahwa identitas IMM Kota Surabaya harus dibaca dengan kacamata subkultur kota. Sehingga, identitas ini tidak lagi dipahami sebagai atribut yang harus diseragamkan, melainkan sebagai ruang dialektika yang terus dinamis.

Selain itu, IMM UINSA juga menilai bahwa beberapa bidang di PC IMM Kota Surabaya kerap terkesan kejar tayang dalam membuat program kerja. Akibatnya, berbagai agenda formal dilaksanakan secara bersamaan dalam satu waktu, yang justru menyulitkan Komisariat.

Sedangkan dalam aspek manajemen dan administrasi, IMM UINSA menyarankan PC IMM Kota Surabaya untuk mengambil langkah dalam mewujudkan sistem kerja yang efektif dan efisien, salah satunya melalui penerapan “sistem satu pintu”, di mana seluruh surat masuk dan keluar, diproses melalui satu jalur terpusat.

IMM UINSA juga mengkritik minimnya keluasan isu yang digarap oleh PC IMM Kota Surabaya, yang menunjukkan terbatasnya jangkauan organisasi tersebut. Hal ini juga berkaitan dengan lemahnya respons terhadap isu-isu nasional.

Baca Juga  Sejumlah Tokoh Nasional akan Hadiri Diskusi Publik IMM UINSA, Bahas Krisis Arah Gerakan Mahasiswa

Terakhir, IMM UINSA menekankan pentingnya digitalisasi terencana dan terstruktur. Sistem ini memungkinkan layanan administrasi yang cepat, transparan, dan akuntabel tanpa bergantung pada dokumen fisik. Mereka juga mendorong agar organisasi dapat lebih adaptif dalam memperkuat rekam jejak di era digital.

Penjelasan lebih lengkap akan naskah akademik bertajuk Lima Langkah yang ditulis oleh IMM UINSA dapat diunduh di sini.