Ramadan 2026, Tarawih di Masjidil Haram dan Nabawi Tetap 10 Rakaat

ramadan

MAKLUMATPemerintah Arab Saudi memastikan pelaksanaan salat Tarawih selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjidil Haram, Makkah, dan Masjid Nabawi, Madinah, akan digelar sebanyak 10 rakaat.

Kepastian tersebut disampaikan General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques sebagai bagian dari komitmen menjaga tradisi ibadah yang telah lama diterapkan di dua masjid suci umat Islam.

Setiap malam sepanjang Ramadan, jamaah akan melaksanakan salat Tarawih 10 rakaat yang dilanjutkan dengan 3 rakaat salat Witir. Dengan format tersebut, rangkaian ibadah berlangsung dalam lima kali taslim dan ditutup dengan salam terakhir salat Witir.

Penyelenggara menegaskan, format 10 rakaat ini mencerminkan praktik utama yang secara konsisten dijaga di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sekaligus memberikan keseragaman pelaksanaan ibadah bagi jamaah dari berbagai negara.

Salat Tarawih dari dua masjid suci itu juga akan disiarkan secara global, sehingga umat Islam di seluruh dunia dapat mengikuti rangkaian ibadah Ramadan meski tidak berada di Tanah Suci.

Adapun informasi teknis lainnya, seperti jadwal salat harian dan daftar imam yang memimpin Tarawih, biasanya diumumkan secara resmi menjelang awal Ramadan oleh otoritas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Baca Juga  Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jalani Puasa Ramadan dengan Semangat Baru

Berdasarkan perhitungan astronomi, awal Ramadan 2026 di Arab Saudi diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026, bergantung pada hasil rukyat hilal. Bulan suci tersebut diprediksi berlangsung selama 30 hari, dengan Idulfitri diperkirakan antara 19 hingga 21 Maret 2026.

Selama Ramadan, durasi puasa di Arab Saudi diperkirakan berkisar 12 hingga 13 jam, seiring dengan kondisi cuaca yang relatif sejuk pada peralihan musim dingin menuju musim semi.***