Perubahan Paradigma Penanganan Bencana: dari Penanggulangan ke Penguatan Resiliensi

Ketua PP Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrahman saat mengunjungi Poskorda di Manggarai Barat, NTT. (Foto: Dok. Muhammadiyah)

MAKLUMAT — Ketua PP Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrahman menegaskan pentingnya Muhammadiyah mengubah paradigma penanganan bencana, dari sekadar penanggulangan menuju penguatan resiliensi.

Pergeseran paradigma tersebut menempatkan kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan Muhammadiyah.

Hal itu ia sampaikan ketika mengunjungi Pos Koordinasi Daerah (Poskorda) Muhammadiyah di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (19/9/2026).

Menurut Agus, perubahan paradigma tersebut dilakukan secara menyeluruh. Aksi Muhammadiyah dalam bidang kebencanaan tidak hanya berfokus pada penanganan setelah bencana terjadi, tetapi juga pada upaya sebelum bencana melalui edukasi, peningkatan kapasitas masyarakat, dan penguatan kesiapsiagaan.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Berbagai ancaman, mulai dari gempa bumi hingga erupsi gunung api, menjadi tantangan yang perlu diantisipasi bersama.

“Oleh karena itu, kemudian kita bergerak ke bagaimana bangsa ini kalau terjadi bencana, siap,” tandas Agus.

Menurut dia, kesiapsiagaan tidak hanya dibangun melalui edukasi kebencanaan. Muhammadiyah juga mendorong kesiapan dari sisi infrastruktur dan struktur bangunan yang aman serta ketersediaan logistik kedaruratan, baik bagi individu maupun kelompok masyarakat.

Membangun Rasa Kebersamaan

Ia juga menekankan pentingnya membangun rasa kebersamaan dalam menghadapi bencana. Menurutnya, masyarakat perlu menguatkan semangat tolong-menolong dan tidak bersikap individualistis ketika menghadapi situasi sulit.

Baca Juga  Lazismu Jatim Beri Kado Ramadan untuk 240 Anak Yatim

“Tidak boleh bakhil, karena ada kewajiban untuk tolong-menolong dalam situasi sulit,” tegas Agus.

Dalam kunjungan tersebut, Agus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jaringan Muhammadiyah di NTT maupun berbagai daerah di Indonesia yang turut membantu penyintas gempa Flores melalui gerakan ta’awun.

Apresiasi secara khusus juga disampaikan kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang turut membantu masyarakat sejak gempa Flores terjadi.

Bantuan bagi Poskorda

Sebagai bentuk dukungan, PP Muhammadiyah dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan tali asih sebesar Rp10 juta kepada Poskorda Muhammadiyah di Manggarai Barat.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Manggarai Barat, Muhammad Arun, menyampaikan bahwa dukungan dan arahan dari PP Muhammadiyah masih dibutuhkan untuk keberlanjutan gerakan kemanusiaan di wilayah tersebut.

“Kami sangat mengharapkan arahan dari Bapak selaku Pimpinan Pusat menyangkut keberlangsungan kami di sini. Terus terang, PDM Manggarai Barat ini juga masih membutuhkan dukungan,” ujarnya.

Selain menyampaikan kondisi dan kebutuhan penguatan gerakan kemanusiaan, PDM Manggarai Barat juga menyampaikan terima kasih atas dukungan PP Muhammadiyah dalam pengembangan layanan pendidikan di wilayah tersebut.

Saat ini, PDM Manggarai Barat juga tengah mengupayakan pendayagunaan lahan wakaf seluas 60 hektare sebagai bagian dari pengembangan amal usaha dan kemanfaatan bagi masyarakat.***

Baca Juga  23 Kader Lulusan SKN Dikukuhkan, Busyro Muqoddas: Langkah Siapkan Pemimpin Masa Depan Berintegritas