Osowilangun Tergenang, Pemkot Surabaya Operasikan Rumah Pompa 24 Jam

MAKLUMAT – Hujan deras yang mengguyur Surabaya dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah titik, terutama di kawasan Osowilangun. Kondisi itu diperparah dengan banjir rob akibat pasang maksimum air laut.

Menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat mengoptimalkan seluruh perangkat pengendali banjir. Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), pemkot mengoperasikan rumah pompa secara maksimal dan menurunkan tim ke lapangan sejak awal hujan mengguyur.

Kepala DSDABM Surabaya, Hidayat Syah, menyatakan bahwa penanganan di Osowilangun memang membutuhkan perhatian ekstra karena wilayah tersebut terhubung dengan sejumlah sungai besar.

Optimalisasi Rumah Pompa

“Saluran besar seperti Sungai Kalianak dan Sungai Kandangan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Karena itu, kami terus berkoordinasi lintas instansi agar penanganan lebih optimal,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, sesuai arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, seluruh jajaran langsung siaga 24 jam. Rumah pompa di wilayah Balong I, Balong II, hingga Kandangan dioperasikan secara bergantian dengan sistem shift pagi, sore, dan malam.

“Pompa kami nyalakan terus. Petugas juga siaga membersihkan sampah di saluran dan screen agar aliran air tidak terhambat. Bahan bakar dan sarana pendukung kami pastikan aman,” jelasnya.

Baca Juga  Tak Tunggu 24 Jam! Perbaikan Jalan Surabaya Kini Makin Ngebut

Ia mengakui, genangan di Osowilangun dipicu dua faktor utama, yakni curah hujan tinggi dan air laut pasang. Kombinasi keduanya membuat aliran air menuju laut melambat. Karena itu, selain pengoperasian pompa dan pintu air, pengerukan saluran juga dilakukan untuk mempercepat surutnya genangan.

Pentingnya Partisipasi Warga

Pemkot Surabaya juga mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan. Sampah yang menyumbat saluran kerap menjadi pemicu meluasnya genangan saat hujan deras. “Kalau saluran bersih, air lebih cepat mengalir. Peran masyarakat sangat penting,” tegasnya.

Hingga kini, kondisi lapangan terus dipantau berkala. Targetnya, genangan di Osowilangun bisa segera surut sehingga aktivitas warga kembali normal.

Untuk jangka panjang, pemkot menyiapkan langkah strategis, mulai dari pembangunan dan penambahan rumah pompa, pelebaran serta pengerukan sungai, hingga penguatan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

“Penanganan banjir tidak bisa instan dan tidak bisa dikerjakan satu instansi saja. Semua pihak harus bergerak bersama,” pungkasnya.