MAKLUMAT — Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3). Operasi pencarian dilakukan setelah longsoran material sampah menimpa sejumlah truk dan warung di lokasi tersebut pada Ahad (8/3).
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan pencarian terhadap korban yang diduga tertimbun masih berlangsung secara intensif dengan dukungan alat berat. “Tim SAR gabungan saat ini masih melakukan proses pencarian terhadap korban yang diduga tertimbun longsor di TPST Bantargebang. Pencarian dilakukan secara intensif dengan dukungan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi,” ujar Isnawa seperti dilansir laman berita Pemprov Jakarta.
Berdasarkan data sementara, empat orang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Mereka adalah Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno yang merupakan pengemudi truk sampah, serta Irwan Supriatain (42) yang juga pengemudi truk sampah.
Sementara itu, empat orang lainnya berhasil selamat dari peristiwa tersebut, yakni Johan, Sarifudin, Budiman, dan Selamat yang seluruhnya merupakan pengemudi truk sampah. Namun hingga kini masih ada lima orang yang dilaporkan belum ditemukan. Mereka adalah Riki Supriadi, Hardianto, Ato (warga), Dofir (warga), dan Jussova Situmorang (warga). Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi titik korban tertimbun material longsor.
Puluhan Alat Berat Dikerahkan
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Special Group (BSG), unsur TNI dan Polri, Kantor SAR Kota Bekasi, BPBD Kota Bekasi, BPBD DKI Jakarta, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, serta Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) Bantargebang.
Selain itu, sejumlah relawan juga ikut membantu proses evakuasi, seperti PMI Kota Bekasi, Pramuka Peduli, dan layanan ambulans darurat.
Dalam operasi tersebut BPBD DKI Jakarta turut mengerahkan berbagai peralatan pendukung, antara lain 11 kantong jenazah, tali karmantel sepanjang 50 meter, tiga tali webbing, lima helm rescue, senter jinjing, sarung tangan, serta masker.
“Proses pencarian dilakukan secara maksimal dengan dukungan sekitar 20 unit ekskavator untuk membuka timbunan material sampah,” kata Isnawa.
Longsor Terjadi Saat Truk Mengantre
Peristiwa longsor terjadi saat sejumlah truk sampah tengah mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan di area TPST Bantargebang pada Minggu sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu hujan lebat dengan durasi cukup lama disertai angin kencang diduga menjadi pemicu longsoran material sampah.
Material longsor kemudian menimpa lima unit truk sampah yang berada di lokasi serta satu warung di sekitar area TPST Bantargebang. Hingga saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Sementara itu, total kerugian akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan oleh petugas.***













