Iran Tuntut 3 Syarat Ini Jika Ingin Perang Berakhir

Ribuan warga Iran di ibu kota Teheran dan sejumlah kota lain turun ke jalan merayakan terpilihnya Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi (Rahbar) baru. (Foto: tangkapan layar Tasnim)

MAKLUMAT — Iran menuntut tiga syarat utama yang harus dipenuhi untuk mengakhiri perang dan konflik di kawasan, yang melibatkan Amerika Serikat (AS) serta Israel.

Dilansir dari Al Jazeera pada Kamis (12/3/2026), Presiden Iran Masoud Pezeshkian menguraikan tiga syarat untuk mengakhiri perang, termasuk tuntutan ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan militer gabungan AS-Israel.

“Pengakuan atas hak-hak sah Teheran, pembayaran ganti rugi, dan jaminan internasional yang tegas terhadap agresi di masa depan,” kata Pezeshkian.

Hingga berita ini ditulis, belum ada respons resmi dari AS maupun Israel.

Sekadar diketahui, gejolak di kawasan Timur Tengah memanas dan berujung meletusnya perang usai militer AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu, yang juga menewaskan Pemimpin Tertinggi (Rahbar) Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melancarkan serangan balasan dengan menembakkan salvo rudal dan drone ke berbagai target strategis, termasuk ibu kota Israel di Tel Aviv dan sejumlah pangkalan militer maupun aset-aset terkait AS di berbagai negara di kawasan, mulai Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Yordania, Irak, hingga Arab Saudi.

Baca Juga  Dari Nusantara ke Persia: Solidaritas, Identitas, dan Dedikasi Mahasiswa Indonesia di Iran

Tak cuma itu, Iran juga mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur sempit yang sangat vital karena menjadi akses sekitar 20 persen atau sekitar seperlima distribusi minyak dunia.

Dampaknya, harga minyak dunia langsung melambung. Diketahui, harga mentah Brent naik sekitar 9%, menyentuh angka USD100 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sebesar 8,48% dan mencapai USD94,65 per barel.

Sementara itu, sampai saat ini aksi saling serang AS-Israel dan Iran masih terus berlangsung dan memasuki hari kedua belas.