Hamas Yakin Iran Tetap Dukung Palestina di Bawah Kepemimpinan Mojtaba Khamenei

Hamas

MAKLUMAT — Sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, menilai Republik Islam Iran akan melanjutkan dukungan terhadap perjuangan Palestina di bawah kepemimpinan Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Brigade al-Qassam, Abu Obeida, pada Jumat(13/3/2026), saat peringatan Hari Quds Internasional.

Dilansir Press TV, ia menyinggung terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin Republik Islam Iran setelah wafatnya Pemimpin Revolusi Islam sebelumnya, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Abu Obeida, pergantian kepemimpinan di Teheran tidak akan mengubah arah dukungan Iran terhadap perjuangan Palestina.

Jutaan Warga Iran Ikut Aksi Hari Quds

Abu Obeida juga menyoroti partisipasi jutaan warga Iran dalam demonstrasi Hari Quds yang digelar di berbagai kota.

Hari Quds merupakan agenda tahunan yang dicanangkan pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, sebagai bentuk solidaritas internasional terhadap perjuangan Palestina.

Ia mengatakan aksi tersebut tetap berlangsung meriah meski situasi kawasan masih diliputi ketegangan.

Demonstrasi itu juga diikuti sejumlah pejabat tinggi negara. “Kehadiran tersebut merupakan bukti pendirian prinsip mereka dalam mendukung Palestina,” ujar Abu Obeida.

Ia menambahkan Iran diyakini tetap menempuh jalur yang sama sebagaimana yang dirintis oleh Ayatollah Ali Khamenei.

Hamas Puji Serangan Balasan IRGC

Dalam pernyataan yang sama, Abu Obeida juga memuji serangan balasan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap sejumlah target Israel. Menurutnya, serangan tersebut memberi harapan bagi para pendukung perjuangan Palestina.

Ia menyebut aksi itu sebagai respons yang menguatkan semangat perlawanan di tengah konflik yang masih berlangsung.

Di akhir pernyataannya, Abu Obeida menegaskan pentingnya Hari Quds sebagai momentum menyatukan dukungan umat Islam global terhadap Palestina.

Peringatan itu, kata dia, menjadi pengingat bahwa penderitaan rakyat Palestina di bawah pendudukan Israel masih terus berlangsung. ***