Lonjakan Arus Mudik Diperkirakan Tembus 259 Ribu Kendaraan

arus mudik Lebaran 2026

MAKLUMAT — Puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi hari ini, Rabu (18/3/2026) atau H-3, dengan volume kendaraan mencapai sekitar 259 ribu unit. Prediksi tersebut disampaikan berdasarkan pemantauan lalu lintas di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat, saat Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja sehari sebelumnya.

Direktur Operasi Jasa Marga, Fitri Wiyanti mengungkapkan, lonjakan kendaraan sudah terlihat sejak periode H-10 hingga H-5. Sebanyak 990.506 kendaraan tercatat meninggalkan wilayah Jabotabek pada 11–16 Maret 2026, meningkat 13,6 persen dibandingkan kondisi normal. “Volume lalu lintas yang telah melintas mencapai 28,1 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan selama periode 11–31 Maret 2026,” ujar Fitri.

Kenaikan pergerakan juga terjadi pada angkutan umum. Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu mencatat total 6.251.806 penumpang berangkat pada periode H-8 hingga H-4. Angka ini meningkat 10,98 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 5.633.141 penumpang. Moda kereta api menjadi yang tertinggi dengan kenaikan 15,67 persen atau 1.863.782 penumpang.

Sementara itu, angkutan udara naik 8,14 persen menjadi 1.424.872 penumpang, angkutan laut naik 10,50 persen menjadi 527.535 penumpang, penyeberangan naik 11,27 persen menjadi 1.511.072 penumpang, dan angkutan darat naik 6,41 persen menjadi 924.545 penumpang. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Ernita Titis Dewi menyebut tren ini menunjukkan masyarakat mulai mudik lebih awal. “Tren kenaikan ini menunjukkan masyarakat telah melakukan mudik lebih awal memanfaatkan kebijakan work from anywhere maupun cuti bersama,” ujarnya. Kementerian Perhubungan juga memberi perhatian pada titik kepadatan seperti Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai yang akan terdampak penutupan saat Nyepi.

Sistem dan Antisipasi Puncak Arus

Menghadapi puncak arus, Jasa Marga mengoptimalkan pengendalian lalu lintas melalui JMTC berbasis teknologi Monitoring 360 derajat, kecerdasan buatan (AI), dan machine learning. Sistem ini terintegrasi dengan CCTV berbasis AI, radar, traffic counting, serta Intelligent Transportation System (ITS) untuk analisis lalu lintas secara real time. Selain itu, jalur fungsional seperti ruas Yogyakarta–Bawen dan Solo–Yogyakarta–NYIA dioperasikan untuk mendistribusikan kendaraan. Jasa Marga juga menyiapkan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan sebagai alternatif saat arus balik.

Imbauan Waspada di Puncak Arus

Wapres Gibran mengingatkan pemudik agar meningkatkan kewaspadaan di tengah kepadatan lalu lintas. “Diperkirakan puncak arus akan terjadi dalam waktu dekat, sehingga kewaspadaan harus terus dijaga,” kata Gibran. Ia juga mengapresiasi kesiapan petugas yang terus siaga di lapangan. Dengan lonjakan signifikan pada H-3, integrasi teknologi, rekayasa lalu lintas, serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci menjaga arus mudik tetap aman, lancar, dan berkeselamatan.***